Pilih Beli Rumah Dengan KPR Atau Cicilan Bertahap?

(Foto: Novriyadi/Lamudi)

Memiliki sebuah rumah adalah impian bagi siapa saja, namun kendati demikian ternyata masih banyak di luar sana orang yang belum memiliki rumah, mayoritas dari mereka beralasan harga rumah yang terus merangkak naik menjadi alasan mengapa mereka belum kunjung membeli rumah.   

Namun untungnya, bagi mereka yang belum memiliki cukup dana untuk membeli rumah dengan tunai, saat ini ada berbagi skema cicilan membayar rumah, salah satunya adalah menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Cicilan Bertahap.

Jika dibandingkan, kedua jenis cicilan ini, tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Bagi Anda yang ingin mengetahui apa perbedaan KPR dengan cicilan bertahap,berikut ulasannya :

Kelebihan & Kekurangan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan jenis cicilan yang paling diminati oleh customer, kredit ini melibatkan pihak perbankan untuk menyalurkan pinjaman kepada nasabah. Besaran bunga ditawarkan sangat bervariatif tergantung dari kebijakan bank yang bersangkutan.

Kelebihan KPR

  • Jika dibandingkan dengan cicilan bertahap, masa tenor pinjaman KPR lebih panjang, maksimal cicilan bisa mencapai 20 tahun.  
  • Semakin panjang tenor pinjaman, maka semakin kecil juga cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya.
  • Memilih skema KPR lebih terjamin, karena property yang dibeli akan dilengkapi dengan asuransi.

Kekurangan KPR

  • Untuk meminjam dana di perbankan, ternyata tidak semudah yang dibayangkan, setiap pemohon harus melengkapi beragam data seperti NPWP, Kartu Keluarga, slip gaji, buku tabungan, surat keterangan karyawan tetap dan lain-lain.
  • Prosedur peminjaman dana di perbankan juga tidak bisa dikatakan cepat, karena pihak analisis bank terlebih dahulu akan mensurvey tempat tinggal Anda, dan kelengkapan data. Rata-rata paling cepat pihak bank akan menyetujui pinjaman selama 14 hari masa kerja, bahkan ada juga yang baru mencairkan pinjaman dalam waktu berbulan-bulan lamanya.
  • Besaran bunga yang ditawarkan perbankan fluktuatif (floating) mengikuti suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, dan kecenderungannya selalu naik setiap tahunnya.   

Kesimpulan : Jenis cicilan ini sebenarnya sangat cocok bagi mereka yang tidak memiliki cukup dana untuk membeli rumah, karena memang masa tenor pinjamannya cukup fleksibel. Namun yang perlu diperhatikan jika Anda memilih jenis cicilan seperti ini, sebisa mungkin mencari bank yang menawarkan bunga pinjaman yang terjangkau. Atau jika memang dana yang dimiliki benar-benar terbatas, Anda bisa memilih fasilitas KPR subsidi, jenis KPR ini memang ditujukan untuk mereka para Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), bunga pinjaman KPR subsidi hanya 5 % fix hingga masa pinjaman berakhir.

Lihat juga Simulasi KPR dari Kalkulator KPR Lamudi disini.

Kelebihan & Kekurangan Cicilan Bertahap

Cicilan bertahap atau tunai bertahap,merupakan jenis cicilan yang dibayarkan langsung kepada pihak pengembang, besaran bunga dan masa tenor pinjamannya pun tergantung dari kebijakan pengembang.

Kelebihan Cicilan Bertahap

  • Pemohon tidak perlu repot-repot mengumpulkan data seperti meminjam KPR di bank.
  • Bunga pinjaman yang diberikan pihak developer bersifat tentap atau fixed.
  • Karena masa tenornya tidak panjang maka tidak menimbulkan kewajiban utang pada pembeli.   

Kekurangan Cicilan Bertahap

  • Tenor cicilan rumah kurang fleksibel, tidak seperti pinjaman melalui KPR. Rata-rata developer memberikan masa tenor cicilan selama 12x pembayaran (1 tahun) hingga 60x pembayaran (5 tahun).
  • Karena masa tenornya tidak panjang, maka besaran cicilannya pun lebih besar jika dibandingkan KPR.
  • Biasanya uang down payment yang harus dibayarkan cukup besar, rata-rata 30% -50%.

Kesimpulan : Cicilan jenis ini sebenarnya sangat cocok bagi mereka kalangan berduit, karena masa tenor cicilannya tidak fleksibel. Namun yang perlu diperhatikan pembeli adalah, mereka harus memilih treck record pengembang yang jelas, jangan sampai nanti masa cicilan sudah selesai dilunasi namun pengambang belum rampung untuk membangun proyeknya.