1327

Tanah Dijual di Yogyakarta

Urutkan dari:

Memuat Hasil

Tren Harga lahan yang dijual di Yogyakarta

Pasar properti lahan di Yogyakarta kini semakin memperlihatkan trend menjanjikan, hal tersebut dikarenakan kebutuhan untuk membeli properti terus meningkat. Selain itu, faktor lain yang berperan dalam mendorong trend positif di Yogyakarta adalah hadirnya kemudahan untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Majunya dunia digital juga turut mendukung perkembangan industri properti. Lamudi adalah situs jual beli properti yang memiliki berbagai fitur yang akan memberikan Anda kemudahan dalam melakukan pencarian properti yang sesuai dengan latar belakang dan kriteria pencari properti. Terlebih lagi data pertumbuhan harga lahan yang dijual di Yogyakarta telah kami sediakan disini.

Berikut adalah gambaran harga jual lahan Yogyakarta. Berdasarkan data internal Lamudi. Harga jual per m2 lahan pada November - Januari 2019 berada di kisaran harga Rp 4.380.000. Jika kita tinjau lebih jauh, indeks harga lahan Dijual di ditemukan angka sebesar Rp 4.380.000, jika dibandingkan 6 bulan lalu telah terjadi peningkatan pada angka 8.94%. Kemudian jika kita teliti lebih jauh lagi, pertumbuhan tahun ini adalah sebesar 8.94% dibandingkan dengan satu tahun yang lalu. Bisa dilihat telah terjadi peningkatan pada angka 7.33%. Investasi di dunia properti memang menjanjikan, hal itu dikarenakan pertumbuhan yang konsisten setiap tahunnya. Sebagai bukti, bisa kita lihat historical datanya sejak dua tahun terakhir ini.

Dengan melihat data di atas, dapat terlihat jelas bahwa harga lahan Dijual di Yogyakarta terjadi pergerakan dari waktu ke waktu. Mulai dari 3 bulan lalu yang nilainya adalah Rp 4.200.000, 6 bulan lalu adalah Rp 4.200.000, dan 12 bulan lalu adalah Rp 4.040.000. Data properti di Lamudi ini diharapkan dapat membantu Anda dalam membuat keputusan ketika mencari hunian idaman ataupun saat hendak melakukan investasi properti.

FAQ Tentang Jual Tanah di Yogyakarta

1. Berapa harga Jual Tanah di Yogyakarta Termurah? 

Berdasarkan data Lamudi.co.id, tanah dijual di Yogyakarta termurah berada di daerah Umbulharjo, di kawasan ini Anda bisa menemukan harga tanah di bawah Rp 300 juta. 

2. Berapa banyak peminat pembeli Tanah dijual di Yogyakarta?

Berdasarkan data Lamudi.co.id, minat membeli tanah di Yogyakarta setiap tahunnya mengalami peningkatan, seperti pada kuartal IV 2019 angka pencarian iklan tanah dijual di Yogyakarta mencapai 3.747 kemudian kuartal I 2020 mencapai 6.984.    

3. Daerah mana di Yogyakarta yang paling banyak dicari oleh calon pembeli? 

Berdasarkan data Lamudi.co.id, mayoritas pencari tanah tertarik untuk membeli hunian di daerah Bantul, Sleman dan Kulon Progo. . 

4. Berapa harga jual tanah yang paling banyak dicari di Yogyakarta? 

Berdasarkan data Lamudi, harga tanah dijual di Yogyakarta yang paling banyak dicari berkisar antara Rp 300 juta, Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.    

5. Berapa kenaikan harga jual tanah di Yogyakarta?

Berdasarkan data Lamudi, rata-rata harga jual tanah di Yogyakarta mengalami kenaikan. Seperti pada tahun 2020 harga jual tanah di Yogyakarta meningkat 4,9% jika dibandingkan tahun 2019. Meningkatnya harga jual ini bisa dijadikan indikator bahwa kawasan Yogyakarta sangat prospektif untuk investasi properti. 

Magnet dari Sektor Pariwisata

Anda pasti tahu satu-satunya propinsi di Indonesia yang mengusung sistem pemerintahan dengan menjaga tradisi kesultanan yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta. Pusat kebudayaan Jawa yang kaya akan warisan budayanya yang dilestarikan hingga saat ini, menarik jutaan wisatawan baik local hingga internasional. Merupakan salah satu tujuan plesir bagi para pelancong mancanegara terbesar di Indonesia, propinsi yang terkenal dengan kebudayaan masyarakatnya yang masih kental ini pun ramai diberondong oleh investasi karena diprediksi memberikan return investment yang menggiurkan.

Kebudayaan masyarakat yang masih loyal terhadap tradisi nenek moyang menjadikan daerah ini sungguh istimewa. Keramah tamahan masyarakat dengan kehidupan sehari-hari yang masih memegang teguh pada nilai tradisional tentu bukan berarti bahwa wilayah ini terbelakang. Justru, menjadi magnet pariwisata yang turut mendorong roda perekonomian warga Jogja, seperti misalnya melalui perdagangan besar dan eceran, bisnis kuliner, penginapan, hasil kerajinan, dan sebagainya. Perkembangan ekonomi yang ditunjukkan melalui invesatsi yang terus meningkat.

Kota Pelajar yang Prospektif

Bertindak sebagai kota pelajar pun, semakin meningkatkan pamor wilayah ini sehingga investasi tanah bisa jadi simpanan yang berprospek cemerlang. Tak heran jika jual beli tanah semakin marak mengingat nilai investasi tanah dijual di Yogyakarta yang memiliki segudang potensi. Sebagai tujuan pelajar dari seluruh Indonesia dalam menuntut ilmu, menjadikan area sekitar kampus dapat dibangun baik untuk kontrakkan dan kost-kostan, maupun usaha yang menjaring pasar mahasiswa. Anda bisa mulai mencari lahan dijual untuk memenuhi kebutuhan persinggahan pelajar pendatang beberapa Perguruan Tinggi Negeri seperti UGM dan UNY. Meskipun letaknya di Kabupaten, tidak sedikit mahasiswa  yang bermukim di kota karena berada di perbatasan. Oleh karena itu,  selain beli tanah di Sleman Anda bisa menjaring keuntungan lebih luas dengan membidik kota Jogja.

Melihat tanah dijual di Jogja , terdapat beberapa yang sangat baik dilirik untuk agrobisnis. Dikutip dari laman jogjaprov.go.id, potensi pertanian propinsi DIY terbagi menjadi tiga jenis yaitu tanaman pangan yang meliputi komoditas padi, palawija, serta holtikultura, perkebunan yang terdiri dari kelapa dan tebu, kehutanan yang tersebar di kabupaten Gunung Kidul. Mengerucut ke kota, jogja.antaranews.com, pertanian tengah terdesak ditengah maraknya alih fungsi lahan sehingga pemerintah berwacana untuk membatasi alih fungsi. Anda masih bisa membidik 4 dari 14 kecamatan yang masih bertahan untuk agrobisnis padi dan palawija di perkotaan diantaranya di Umbulharjo, Kota Gede, Mergangsan, Mantrijeron, dan Tegalrejo.

Keuntungan Variatif sesuai Lokasi

Membidik peruntukkan yang sesuai dengan lokasi dan pertimbangan harga jual tanah Yogyakarta bisa jadi bahan pertimbangan agar prediksi keuntungan tidak meleset. Salah satu titik yang bisa dibidik untuk komersial seperti di pusat bisnis Jalan Jend. Sudirman dengan akses dekat ke Jl. AM. Sangaji dipatok tinggi 50 juta per meter perseginya.

Selain itu Jalan Prawirotaman strategis untuk bukaan café, guesthouse, dan bukaan usaha lainnya dengan luas 1050 m2 dipatok tinggi hampir 16 M atau 15 juta per meter perseginya. Disisi lain,  di Jl. Wates masih tersedia sawah basah seluas 1,1 hektar dibanderol 16,5 M atau 1,5 juta per meter perseginya. Beli tanah di Yogyakarta untuk hunian di area permukiman, tanah kavling di Taman Siswa 188 m2 ditawarkan 683 juta atau 3 juta per meter perseginya.

Masih ada lagi seluas 200 m2 di Perumahan Gambiran Kodya Yogya, dipatok 500 juta. Meskipun demikian, tanah murah di Yogyakarta masih bisa ditemui seperti lapang 500 m2 dekat Universitas Islam Indonesia yang cocok untuk dibangun kost-kostan dekat Jalan Kaliurang, dibanderol 500 juta atau hanya 1 juta per meter persegi.