10535

1000+ Rumah Dijual di Yogyakarta Termurah dan Strategis | Lamudi

Urutkan dari:
Terapkan Filter
  1. Yogyakarta
  2. Rumah
  3. Jual
  • Lokasi
  • Tipe Penawaran
  • Harga ( Rp )
    -
  • Jenis Properti
  • Subkategori
  • Ukuran Gedung
    -
  • Luas Tanah
    -
  • Kamar tidur
  • Kamar Mandi
  • Fasilitas

Pilihan Harga Rumah Dijual di Yogyakarta Lainnya 

Rp 200.000.000 Rp 300.000.000 Rp 400.000.000 Rp 500.000.000
Rp 600.000.000 Rp 700.000.000 Rp 800.000.000 Rp 900.000.000

 

Pilihan Fasilitas Rumah dijual di Yogyakarta Lainnya

Garasi Taman Kolam Renang Keamanan 24 Jam
Balkon  Pagar Kitchen Set  Pendingin Ruangan (AC)

 

Tentang Kota dan Potensi Bisnis Rumah Dijual di Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), merupakan sebuah provinsi yang berada diselatan Pulau Jawa. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Purworejo dibagian selatan, dibagian barat dengan Kabupaten Magelang, dibagian timur laut dengan Kabupaten Klaten, ditimur berbatasan dengan Wonogiri dan bagian selatan dengan Samudera Indonesia.

Rumah Dijual di Yogyakarta

Yogyakarta memiliki luas area mencapai 3.185.80 km2, berdasarkan sensus tahun 2010, jumlah penduduk Yogyakarta mencapai 3.452.390 jiwa dengan tingkat kepadatan mencapai 1.084 jiwa per km2. Secara administratif, kota ini terbagi menjadi 78 kecamatan serta 438 kelurahan. Kecamatan Umbulharjo merupakan area terluas diarea Yogyakarta.

Dari kacamata ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Yogyakarta  ternyata sangat bagus. Berdasarkan data Badan Pusat statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jogja pada tahun 2018 meningkat menjadi 6,20 persen jika dibandingkan pada tahun 2017 yang mencapai 5,26 persen. Sektor konstruksi ternyata merupakan pendorong menggeliatnya ekonomi disana. Lapangan usaha konstruksi ini pada tahun 2018 tumbuh sekitar 13,1 persen. Masifnya bisnis ini memang tidak terlepas dari adanya pembangunan bandara baru NYIA.

Dari segi investasi, Yogyakarta juga menjadi salah satu kota incaran para investor untuk menanamkan modalnya. Contohnya pada tahun 2010, capaian realisasi investasi d sana mencapai Rp 4.580.972.827.244.00 dengan rincian PMDN sebesar Rp 1.884.925.869.797,00, dan PMA sebesar 2.696.046.957.447.00.

Stabilnya perekonomian dalam kota juga mendorong pertumbuhan bisnis disektor properti, saat ini disana sedang banyak dibangun beragam perumahan dengan menyasar kelas menengah dan atas. Harga jual rumah di Yogyakarta pun cukup bervariatif tergantung dari lokasi, luas serta fasilitas yang ditawarkan.

Berdasarkan data Real Estate Indonesia (REI), bisnis jual beli rumah di Yogyakarta bergerak cukup positif, rata-rata pengembang disana membangun hunian dengan harga dijual Rp 300 jutaan, hal ini disebabkan karena pangsa pasar untuk disegmen ini cukup besar. Sementara profil pembeli rumah dijual disana kebanyakan  didominasi oleh end user dengan persentase sebesar 60%, kemudian disusul oleh investor sebesar 40%.

Minat Membeli Rumah Dijual di Yogyakarta

Tahun  Jumlah Pencarian Rumah Dijual di Jogjakarta Persentase Kenaikan Rumah dijual  
2015 4.780 -  
2016 5.270 10%  
2017 5.580 5,8%  
2018  6.120 9,6%  

*sumber keyword planner

Portal properti Lamudi tahun 2018 sempat melakukan survei tentang minat untuk membeli rumah dijual di Yogyakarta, dari hasil survei tersebut dapat diketahui ternyata minat orang untuk mencari iklan rumah dijual dikota Gudeg tersebut  terus meningkat. Contohnya pada tahun 2015 ada 4.780 orang, kemudian tahun 2016 meningkat menjadi 10% menjadi 5.270 orang, tahun 2017 naik 5,8% menjadi 5.580% dan tahun 2018 melonjak kembali menjadi 6.120 orang atau meningkat 9,6% jika dibandingkan tahun sebelumnya.         

Tentu bukannya tanpa alasan mengapa minat membeli rumah dijual dikota Jogja terus merangsek naik, hal tersebut disebabkan karena Yogyakarta dikenal sebagai kota wisata yang populer, sehingga banyak pembeli yang membeli unit tempat tinggal untuk dijadikan hunian bersantai disaat liburan. Salah satu kawasan hunian populer yang dekat dengan tempat wisata adalah area Gunung Merapi.    

Bagi para investor, Jogja menjadi “kawasan basah” yang dapat mendatangkan keuntungan, karena disana terdapat banyak sekali universitas ternama, setiap tahunnya Jogja selalu “dibanjiri” dengan mahasiswa baru yang menuntut ilmu, kondisi ini lah yang dianggap oleh para investor properti sebagai peluang yang menarik. Mereka ramai-ramai membeli hunian dijual petakan ataupun unit apartemen yang untuk disewakan.          

Mayoritas pencari properti banyak mengincar membeli hunian dikawasan Sleman dan Kulon Progo. Kedua area itu sekarang sedang naik daun dikalangan pencari rumah. Di kawasan Sleman sekarang banyak dibangun perumahan karena disana memiliki kontur tanah disana datar sehingga cocok untuk pengembangan pembangunan hunian. Selain itu sarana infrastruktur di Sleman saat sudah sangat banyak, mulai dari jalan tol hingga sarana transportasi massal. Kondisi ini akhirnya membuat harga tanah di sana meroket pada tahun 2017 rata-rata harga tanah di Sleman dijual Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta/ meter.

Sementara untuk kawasan Kulon Progo, daerah ini sekarang sedang banyak dicari karena, pemprov disana berencana untuk membuat bandar udara di Kabupaten Kulon Progo tepatnya dikawasan Pesisir Kecamatan Temon, Kulon Progo.

Kenaikan Harga Rumah Dijual di Yogyakarta  

Tahun  Harga Rumah Dijual  Persentase Kenaikan Rumah Dijual
2015 7.933.933 --
2016 8.500.000  7,1%
2017 8.888.888 4,5%
2018  9.166.667 3,1%

*Sumber Lamudi

Berdasarkan data Lamudi.co.id menyebutkan, harga jual rumah  di Jogja setiap tahunnya terus meningkat. Contohnya pada tahun 2015 harga hunian dijual disana adalah 7.933.933 per meter perseginya, kemudian tahun 2016 rumah dijual disana meningkat menjadi 8.500.000 rupiah per meter persegi atau naik 7,1%. Tahun 2018 meningkat 4,5% dengan rata-rata dijual 8.888.888 rupiah per meternya, dan tahun 2019 meningkat 3,1% atau sekitar 9.166.667 rupiah per meter perseginya.         

Harga Rumah Dijual di Yogyakarta Berdasarkan Tipe

Tipe Rumah Harga Rata-Rata Rumah Dijual (Rp11,633,208/m²)
Type 21 244,297,368
Type 36 418,795,488
Type 45 523,494,360
Type 56 651,459,648
Type 65 756,158,520
Type 70 814,324,560
Type 96 1,116,787,968
Type 120 1,395,984,960

 

Pilihan Perumahan Murah di Yogyakarta

Bagi Anda yang tertarik untuk mencari perumahan murah di kota Yogyakarta, berikut ini adalah daftarnya:

  • Golden Village

Golden Village dibangun didaerah Sleman, lokasinya cukup strategis karena berdekatan dengan fasilitas umum seperti rumah sakit, pasar, pusat pendidikan, kantor polisi. Tidak hanya itu perumahan subsidi ini juga memiliki beragam fasilitas yang lengkap mulai dari jogging track, taman bermain, pos satpam hingga masjid.   

Perumahan Murah di JogjaPerumahan tersebut dibangun oleh PT Karya Indah Putra, disana mereka membangun dua tipe hunian seperti tipe 30/60 dan 36/108. Harga rumah dijual disana mulai dari  Rp 137 juta hingga Rp 200 jutaan. Setiap unit hunian yang dibangun disana memiliki dua kamar dan satu kamar mandi  

  • Puri Pratama Mahardika

Kemudian ada juga perumahan Puri Pratama Mahardika yang berada didaerah Bantul, rumah ini disediakan dengan tipe 36/72 dengan bandrolan rumah dijual disana mulai dari Rp 275 juta dan tipe 36/85 dengan harga Rp 295 juta. masing -masing unit disediakan dua kamar mandi dan dua kamar tidur. Fasilitas disana pun dibuat cukup lengkap, contohya seperti adanya taman, tempat ibadah serta sistem keamanan 24 jam

  • Darussalam

Bagi Anda yang ingin mencari hunian dengan konsep Islami di Yogyakarta munkin perumahan Darussalam  bisa menjadi solusi yang terbaik. Komplek rumah ini dibangun dilokasi Argorejo, Kiberot, Bantul. Tipe rumah yang disediakan adalah 36/72, 45/90, kemudian 55/108, untuk harga rumah dijual disana mulai dari  Rp 309 juta, Rp 381 juta, dan Rp 446 juta. Perumahan Taman Darussalam juga menyediakan rumah dengan tipe 70/200 dan 90/200. Masing-masing rumah ditawarkan dengan harga Rp 726 juta dan Rp 868 juta.

Infrastruktur yang Ada di Kota Yogyakarta 

Ketersediaan infrastruktur menjadi salah satu faktor pendorong bisnis jual beli rumah di Yogyakarta. Berkaitan dengan hal tersebut, Yogyakarta ternyata juga dikelilingi dengan sarana infrastruktur dan transportasi massal dan berikut ini adalah diantaranya.   

  • Stasiun Yogyakarta

Stasiun Jogja, berada dipusat kota, stasiun tersebut menjadi salah satu moda transportasi favorit warga Jogja untuk menuju berbagai daerah. Tempat itu ternyata telah dibangun sejaktahun 1887 sejak jaman kolonial Belanda. Stasiun jogja memiliki 8 jalur kereta, dibagian utara terdapat lima jalur dan 3 jalur kebagian utara.

  • Bus Trans Jogja

Bus Trans Jogja (BTJ) merupakan moda transportasi bus yang modern, murah dan ber AC di Jogja, moda transportasi tersebut memiliki ukuran bus yang sedang dan menerapkan sistem tertutup. BTJ mulai beroperasi sejak tahun 2008 dan melayani rute perjalanan disekitar kota Jogja. Sejak beroperasi alat transportasi ini cukup populer di sana karena dapat melayani perjalanan dengan cepat danharga karcisnya hanya Rp 3.500 untuk sekali jalan. Bagi investor properti, keberadaan BTJ ini ternyata juga dapat mendorong bisnis rumah dijual pada kota Yogyakarta.

  • Bandara Adisucipto

Bandar Udara Internasional Adisucipto berada dikawasan Jalan Raya Solo KM 9, Maguwoharjo, Sleman, Jogjakarta. Lapangan udara ini dibangun sejaktahun 1942, dahulunya tempat tersebut digunakan sebagai lapangan udara TNI AU, kemudian sejak tahun 2006  digunakan untuk penerbangan komersial. Jumlah penumpang yang menggunakan bandar udara selalu meningkat. Contohnya pada tahun 2015 jumlah penumpang ada 6.380.336 orang kemudian tahun 2017 meningkat menjadi 7.208.557 orang.

  • Tol Jogja - Solo

Tol Jogja - Solo merupakan bagian dari jalan Tol Trans Jawa, jalur bebas hambatan ini dibangun sepanjang 54 km dengan menghubungkan antara Yogyakarta denga Solo. jalan ini dibangun tahun 2018 dan akan nantinya akan dibuat melayang (elevated). Keberadaan jalan tol Jogja-Solo akan mempersingkat waktu perjalanan dari Jogja menuju Solo, sehingga dapat mendukung iklim bisnis didua kota tersebut.

  • Universitas

15 perguruan tinggi beroperasi di Jogja pada tahun 2015 sehingga kota tersebut sangat kondusif dari segi pendidikan. Beberapa Perguruan Tinggi Negeri diantaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, ISI Yogyakarta, dansebagainya, sedangkan Perguruan Tinggi Swasta diantaranya Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya.

 

Memuat Hasil