154

Tanah Dijual di Kertajati, Majalengka

Urutkan dari:
Beralih ke Tampilan Peta
Di sekitar lokasi

Memuat Hasil

Hidupkan Kertajati Lewat Pengembangan Kawasan Aerocity

Kawasan Majalengka dikenal sebagai daerah primer di Jawa Barat yang menawarkan suasana yang tenang dan nyamandi daerah dataran tinggi dan sebagiannya terletak di kaki gunung Cermai. Udara sejuk dari gunung Cermai membuat kawasan ini menjadi area yang cocok sebagai tempat bermukim di masa tua. Tidak heran kawasan ini dijuluki Kota Pensiunan.

Sekitar lima tahun belakangan, nama Majalengka mulai populer bukan di kalangan pensiunan melainkan di kalangan investor dikarenakan maraknya sejumlah pembangunan yang dilangsungkan di kawasan tersebut. Mulai dari akses ke wilayah yang dipercepat melalui Jalan Tol Cipali (exit tol Kertajati dan exit tol Sumberjaya), Jalan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu), dan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di kecamatan Kertajati.

Kertajati merupakan wilayah yang seakan lahir setelah rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati menciptakan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi Majalengka. Kontribusi besar pembangunan ini diperkirakan menyedot 150.000-400.000 tenaga kerja warga sekitar.

Beriringan dengan pembangunan Bandara Kertajati, PT PP Properti Tbk bekerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development untuk mengembangkan kawasan Aerocity di sekitar bandara. Kawasan Aerocity yang pertama di Indonesia ini merupakan pengembangan kawasan yang mengintegrasikan perencaanan Kota, perencaan bisnis, dan struktur transportasi. Terdapat tiga tahap pembangunan:

  • Tahap I: Pembangunan residensial (rumah tapak, townhouse, dan apartemen)
  • Tahap II: Pembangunan ruko, commercial lots, dan leisure district
  • Tahap III: Pembangunan retail, kawasan perkantoran, dan perhotelan

Lahan di Kertajati Berlokasi Strategis untuk Investasi

Keberadaan Aerocity memainkan peran yang penting untuk memunculkan investasi yang besar dalam segmen yang lain. Terkait dengan hal itu, rencananya akan terdapat kawasan industri aviasi, pusat bisnis, sumber energi terbarukan, dan kawasan hunian eksklusif untuk ekspatriat yang berada di luar area Aerocity. Selain itu, kawasan ini juga dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata.

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas dan transaksi jual beli tanah Kertajati pun ikut meningkat di sekitar kawasan Aerocity. Aktivitas ditandai dengan banyaknya daftar lahan kavling yang diperjualbelikan dengan lokasi sangat strategis di sekitar kawasan tersebut dengan banderolan harga murah. Bagi anda yang tertarik untuk berinvestasi bangunan properti atau kawasan komersil, berikut pilihan terbaik tanah dijual di Kertajati:

  • Dijual tanah Kertajati cocok untuk berinvestasi di sektor pergudangan. Berlokasi di Ujungjaya, tanah dengan kemiringan datar, terletak persis di pinggir jalan dekat exit tol Ujungjaya serta berdekatan dengan proyek Bandara Kertajati. Lahan seluas 200.000 m2 memiliki sertifikat AJB dan Girik. Harga dibanderol murah hanya Rp200.000 per m2.
  • Tanah murah di Majalengka dijual dengan harga per meter persegiRp225.000 . Berlokasi di Kasokandel, tanah industri hanya sekitar 100 meter dekat dari Jalan Cirebon-Bandung. Tanah seluas 750.000 m2 memiliki kemiringan tanah yang datar. Sangat cocok dikembangkan sebagai sarana penunjang pembangunan Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat.
  • Jual tanah Majalengka berlokasi di pinggir Jalan seluas 300.000 m2. Berlokasi di Jatiwangi, Kertajati, memiliki kemiringan tanah yang datar dan termasuk kategori lahan industri. Memiliki sertifikat AJB dan Girik, harga lahan dijual dibanderol seharga Rp300.000 per meter persegi.
  • Tanah untuk investasi di Majalengka berlokasi di Blok Cukurpait, di pinggir tol Cipali KM 156, Kertajati. Tanah seluas 70.000 m2 dengan sertifikat SHM sangat cocok dibangun rest area atau perhotelan. Memiliki kedekatan akses dengan proyek pembangunan Bandara Internasional Kertajati sekitar 30 menit dari lokasi. Harga dibanderol Rp700.000 per meter persegi dengan kredit berlaku sebelum Bandara Internasional Kertajati diresmikan.