96

Tanah Dijual di Maros

Urutkan dari:

Memuat Hasil

Tentang Kota & Potensi Investasi Jual Tanah di Maros

tanah dijual di Maros

Maros merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan, daerah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pangkep dan Bone diwilayah utara, disebelah selatan dengan Gowa, dibarat berbatasan dengan Makassar dan di Timur berbatasan dengan Kabupaten Bone dan Gowa.

Luas wilayah Maros mencapai 1.619.12 kilo meter persegi dengan populasi menyentuh 339.300 jiwa dan tingkat kepadatan 0.21 jiwa per km. Daerah ini terdiri dari 14 kecamatan, 23 kelurahan dan 80 desa. Kecamatan terluas berada di Tompobulu dengan luas 287.66 KM2 dan Mallawa dengan luas 235.92 km2.

Mayoritas penduduk Maros beragama Islam dengan jumlah 89.55%, Protestan 5.50%, Katolik 3.85%, Hindu 0.54%, Budha 0.28%. Kebanyakan masyarakat Maros berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS-TNI-POLRI), pertanian tanaman pangan, perkebunan, nelayan (perikanan), peternakan, wiraswasta dan lain-lain

Kondisi tata guna lahan Kota Butta Salewangang tersebut secara umum terdiri atas kawasan perumahan/perkampungan , tambak, tegalan, sawah, kebun campuran, semak belukar, hutan lebat, hutan belukar, lahan terbangun dan lain-lain penggunaan lahan yang ada. Pergeseran pemanfaatan lahan kawasan Kabupaten Maros secara umum telah
mengalami perubahan yang cukup relatif, akibat terjadinya peningkatan
pembangunan aktivitas ekonomi.

Dilihat dari segi ekonomi, laju pertumbuhan perekonomian Kabupaten ini pada tahun 2017 menunjukan angka 8,58%, hal tersebut membuat pertumbuhan ekonomi dikota ini menjadi kedua tertinggi pada Provinsi Sulawesi Selatan. Naiknya laju perekonomian dikabupaten tersebut tidak terlepas dari dukungan disektor pertanian, kehutanan, perikanan, transportasi, pergudangan serta industri pengolahan.

Selain, pertanian dan industri pengolahan, salah satu bisnis yang sedang marak dilakukan di Maros adalah investasi jual beli tanah. Bagi para investor, investasi jual tanah di Maros menjadi salah satu prospek properti yang menguntungkan, hal tersebut dikarenakan kenaikan harga jual tanah disana cukup bagus, rata-rata kenaikannya bisa mencapai 15% per tahun.

Potensi investasi tanah dijual di Maros dianggap menguntungkan karena lokasi kabupaten ini dianggap sangat strategis berdekatan dengan Kabupaten Gowa, Makassar dan Bone. Belum lagi disana saat ini tersedia berbagai infrastruktur yang sangat memudahkan masyarakatnya untuk beraktifitas.

Tren Pencarian Informasi Jual Tanah di Maros

Tahun  Jumlah Pencarian Tanah dijual di Maros Kenaikan
2015 893 -
2016 1.042 16% 
2017 1.345 29% 
2018  1.672  24% 


Beberapa waktu lalu portal properti Lamudi, mengadakan survei perihal jumlah pencarian informasi tentang tanah dijual di Maros melalui Google, dari hasil survei tersebut dapat diketahui jumlah pencarian iklan jual tanah dikota tersebut kian meningkat, peningkatannya bisa mencapai 29%.

Contohnya pada 2015 ada 893 orang yang mencari iklan jual tanah melalui Google, pada periode 2016 ada 1.042 orang melihat iklan jual tanah dikota Maros. Lalu pada tahun 2017 ada 1.345 jiwa atau naik sekitar 29%, diteruskan periode 2018 ada 1.672 orang atau meningkat 24% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Kebanyakan pencari informasi jual tanah tersebut berencana untuk menyewakan tanah dibeli sebagai area persawahan, ruko atau pembangunan pabrik. Menariknya lagi, orang mencari informasi tersebut ternyata tidak hanya berasal dari dalam kota saja, tetapi meluas ke kota Makassar, Gowa serta Bone.

Bagi mereka yang ingin menyewakan lahan sebagai area persawahan bisa mencarinya dikawasan Camba, Cenrana serta Mallawa, sementara bagi yang ingin menggunakan lahan untuk pembangunan perumahan ataupun ruko bisa memilihnya di Kecamatan Maros Baru dan Marusu.
 

Harga Jual Tanah di Maros

Tahun  Harga Jual Kenaikan Harga Jual 
2015 725.256 -
2016 890.345 20% 
2017 1.032.459 14% 
2018  1.278.422 23% 

*Harga Jual Tanah Per Meter Persegi
tanah dijual murah di maros

Berdasarkan data Lamudi, nilai jual lahan dikota Maros setiap tahunnya terus merangkak naik, kenaikannya bisa mencapai 23%. Contohnya pada tahun 2015 nilai jual lahan disana adalah 725.256 per meter persegi, lalu pada periode 2016 naik tipis menjadi 890.345, kemudian tahun 2017 menjadi 1.032.459 per meternya, harga ini pun semakin melonjak pada tahun 2018 menjadi 1.278.422 atau meningkat sebesar 23% jika dibandingkan periode sebelumnya.

5 tahun kebelakang perkembangan bisnis properti kawasan Maros dan Gowa memang tumbuh pesat, indikatornya dapat terlihat dari maraknya pembangunan properti baru disana. Oleh pemerintah pusat kedua kawasan tersebut merupakan bagian dari pengembangan Kota Metropolitan Mamminasata yang menjangkau daerah Makassar, Maros, Sungguminasa, Gowa serta Takalar.

Kota Metropolitan Mamminasata sendiri adalah sebuah kawasan.percontohan pengembangan tata ruang terpadu. Nantinya disepanjang kota kawasan ini akan dibangun beragam infrastruktur yang akan menghubungkan satu daerah ke daerah yang lain.

Dampaknya, nanti akan dibuat banyak infrastruktur seperti transportasi umum ataupun jalan tol yang salaing terkoneksi. Contohnya pada Maros dibangun Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, keberadaan bandara ini akan menjadi daya tarik menggoda bagi investor guna mengembangkan properti jenis perhotelan, pergudangan untuk bisnis logistik (business park) serta juga hunian.

Konsep metropolitan Mamminasata ini akan dapat mendorong pertumbuhan properti. Terlebih disertai pembangunan infrastruktur Trans Makassar-Gowa-Maros, akan semakin memobilisasi dan memudahkan kegiatan bisnis serta perekonomian. Maros merupakan pusat pertumbuhan baru yang sangat potensial. Meskipun untuk saat ini lebih ke sektor perumahan untuk Gowa, pergudangan, ruko serta rukan untuk Maros, namun ke depan, properti vertikal akan mulai tumbuh. Pasalnya, di Makassar sendiri sebagai konsentrasi bangunan tinggi sudah sangat mapan, terlebih harga lahan tinggi. Sementara di Gowa dan Maros, harga lahan relatif masih kompetitif.