38

Tanah Dijual di Tanjung Pinang

Urutkan dari:

Memuat Hasil

Tentang Kota & Potensi Bisnis Jual Tanah di Tanjung Pinang

Tanjung Pinang adalah ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau, daerah ini berbatasan dengan Kecamatan Bintan Utara disebelah utara, dibagian selatan berbatasan dengan Bintan Timur, bagian barat dengan Kecamatan Galang, sebelah timur dengan Bintan Timur.

Tanjung Pinang memiliki luas wilayah mencapai 812,7 km2, serta jumlah penduduk sebesar 204.194 jiwa. Mayoritas masyarakat disana memeluk agama Islam 78.53%, Budha 13.28%, Protestan 6,53%, Katolik 1.38%, Konghucu 0.25%, Hindu 0.03%.

Secara administratif kota ini terbagi menjadi 4 kecamatan dan 18 kelurahan. Kecamatan terpadat berada di wilayah Tanjung Pinang Timur dengan populasi sebanyak 104.981 orang, kemudian Kecamatan Bukit Bestari dengan jumlah 69251 jiwa. Sementara Kecamatan dengan luas wilayah terbesar berada di Tanjungpinang Timur (83,5 km2) dan yang terkecil adalah Tanjung Pinang Barat (34,5 km2).

Tanah pada kawasan ini  terbagi menjadi dataran rendah, rawa bakau dan perbukitan. Penggunaan tanah disana mayoritas  digunakan sebagai Semak, perkebunan, pemukiman, mangrove hingga tambang.

Jika dilihat dari segi ekonomi, laju pertumbuhan perekonomian di Negeri Pantun tersebut menunjukan tren yang positif. Contohnya, pada tahun 2016 pertumbuhan mencapai 5,06%, lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata perekonomian pada Pulau Kepri. Hal tersebut juga dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto Tanjung Pinang yang mencapai Rp 84,76 juta naik jika dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp 6,3 juta per tahun.

Angka kemiskinan kota ini pun semakin menyusut, buktinya persentase penduduk miskin secara makro turun pada tahun 2013 angka kemiskinan disana 10,40% dan pada tahun 2016 menjadi 9,34%.

Perekonomian Tanjung Pinang banyak didorong oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang mencapai 28,08%. Kegiatan usaha yang memberikan sumbangan terbesar lainnya diperoleh dari sektor industri pengolahan serta dari sektor pengangkutan dan komunikasi.

Pergerakan bisnis properti dikota Tanjung Pinang pun terbilang cukup menggeliat, disana ada banyak pengembang ataupun investor yang mencoba peruntungan. Saat ini disana banyak dikembangkan proyek properti mulai dari skala kecil hingga besar dengan konsep kota mandiri.

Berbicara bisnis properti, salah satu bisnis yang banyak digeluti dikawasan Tanjung Pinang adalah beli tanah, model bisnis ini memang cukup mencuri perhatian terlebih karena kenaikan harga jual tanah di Tanjung Pinang cukup tinggi, kenaikannya bahkan bisa mencapai 15% per tahunnya.

Tren Pencarian Tanah Dijual di Tanjung Pinang

Tahun  Jumlah Pencarian Iklan Jual Tanah Kenaikan Pencarian
2015 1.980 -
2016 2.240  13%
2017 2.540  23%
2018  2.933  15%

Tren pencarian iklan jual tanah pada Kota Gurindam ini pun setiap tahunnya terus naik. Contohnya seperti tahun 2015, saat itu 1.980 orang yang mencari iklan jual tanah dikota Tanjung Pinang melalui Google. Kemudian tahun 2016 meningkat menjadi 2.240 orang atau meningkat 13%, tahun 2017 menjadi 2.540 pencarian dan periode 2018 menjadi 2.933 orang.

Menariknya, minat membeli tanah dijual di Tanjungpinang ini ternyata tidak hanya berasal dari dalam kota saja, tetapi juga meluas hingga Batam, Medan hingga Jakarta. Jika pembeli berasal dari segmen investor, kebanyakan mereka akan mencari keuntungan untuk menyewakan tanah untuk digunakan sebagai pembangunan ruko atau dijual kembali dengan berharap kenaikan harga jual atau capital gain. Sementara bagi mereka para end user, pembelian tanah ini digunakan untuk pembangunan hunian. 

Harga Jual Tanah di Tanjung Pinang

Tahun  Harga Jual Tanah * Kenaikan Harga Jual
2015 788.644 -
2016 977.345 23% 
2017 1.237.903 26% 
2018  1.498.452 21% 

*Harga jual per meter persegi

Berdasarkan data Lamudi, kenaikan harga jual tanah di Tanjung Pinang terus meningkat. Contohnya pada tahun 2015 harga jual disana adalah 788.644 per meter persegi, kemudian pada periode 2016 kembali meningkat sebesar 977.345 per meternya, tahun 2017 kenaikan juga terjadi, yakni sebesar 26% dengan nilai jual sebesar 1.237.903. Terakhir, pada periode 2018 nilai jual nya mencapai 1.498.452 per meter.

Pasar properti di Tanjungpinang dinilai memang cukup menggiurkan, kebanyakan calon pembeli disana adalah pasangan muda yang ingin membangun rumah, biasanya mereka mencari lahan kosong dekat dengan pusat perkotaan, pusat pendidikan, pusat kesehatan hingga pusat pemerintahan.

Sementara bagi para pengusaha, biasanya mereka akan mencari lahan untuk dijadikan ruko. Kota ini bisnis ritel memang dianggap sangat menguntungkan, disana banyak sekali dibangun ruko dengan berbagai ukuran. Saking banyak jumlah ruko yang dibangun, tak heran kota ini juga mendapat predikat sebagai Kota Seribu Ruko.

Kedepannya, pasar properti di kota ini juga akan semakin menggeliat. Hal tersebut tidak terlepas dari kebijakan positif yang dikeluarkan oleh pemerintah. Contohnya seperti penurunan suku bunga, relaksasi LTV hingga dan lain sebagainnya.

Tidak hanya itu masifnya pembangunan infrastruktur di kota ini juga dapat mendorong bisnis properti, khususnya untuk jual beli tanah. Dari sisi permintaan, kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah membuat optimisme konsumen dalam membeli properti masih tetap tinggi. Porsi permintaan terbesar datang dari segmen menengah.

Faktor ketersediaan lahan juga tidak bisa dihilangkan, jika Anda berkunjung ke Tanjung Pinang akan melihat banyak sekali tanah kosong, yang bisa digarap baik oleh developer atau investor perorangan. Bahkan tidak menutup kemungkinan daerah ini akan juga dibangun hunian vertikal, sebagai solusi atas tinggi permintaan akan sebuah hunian.