223

Jual Tanah di Medan Termurah & Terlengkap | Lamudi

Urutkan dari:
Terapkan Filter Hapus semua
  1. Medan
  2. Lahan
  3. Jual

Memuat Hasil

Pilihan Harga Jual Tanah di Bandung Lainnya 

Rp 200.000.000 Rp 300.000.000 Rp 400.000.000 Rp 500.000.000
Rp 600.000.000 Rp 700.000.000 Rp 800.000.000 Rp 900.000.000

 

Tentang Kota & Potensi Bisnis Jual Tanah di Medan

Medan merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Utara, kota terbesar di Pulau Sumatera tersebut merupakan pintu masuk untuk menuju Indonesia bagian barat. Kota ini berbatasan langsung dengan Aceh disebelah utara sementara bagian barat bersebelahan dengan Pekanbaru dan Padang.    

Medan memiliki luas area sebesar 265.10 km2, dengan jumlah penduduk mencapai 2.210.624 jiwa dengan tingkat kepadatan 8.008 per kilometer persegi. Mayoritas agama penduduk di sana beragama Islam 59,68%, Kristen Protestan 21,16%, Budha 9,90%, Katolik 7,10%, hindu 2,15% dan Konghucu 0,01%.

Secara administratif, kota ini terbagi menjadi 21 kecamatan dan 151 kelurahan, jumlah penduduk terbanyak berada Kecamatan Medan Deli, Medan Helvetia dan Medan Tembung, sementara yang paling sedikit berada pada kecamatan Medan Baru, Medan Maimun dan Medan Polonia.

Laju pertumbuhan ekonomi kota Medan tumbuh positif, tahun 2018 pertumbuhannya mencapai 6,3% atau naik 0,2% dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2019 ini mereka memproyeksikan menjadi 6,5%. Menggeliatnya perekonomi Medan lebih banyak didorong dari sektor perdagangan, jasa dan pertanian.

Selain perdagangan, bisnis properti belakangan juga mulai digemari oleh masyarakat di sana. Jenis usaha ini banyak diminati karena menawarkan keuntungan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan investasi emas ataupun deposito. Salah satu bisnis properti yang banyak digeluti di kota ini adalah investasi tanah, banyak investor lokal yang memburu lahan di sana untuk disewakan atau dijual kembali, mayoritas pembeli membeli tanah untuk disewakan sebagai lahan parkir, ruko ataupun pertanian. Banyaknya pemburu lahan di sana akhirnya membuat harga jual tanah di Medan ikut terkerek naik.      

Tingginya potensi bisnis jual tanah di sana juga akhirnya banyak membuat pengembang properti ramai-ramai memborong lahan, kebanyakan mereka tertarik untuk mencari orang yang jual tanah di pusat kota ataupun dekat dengan fasilitas publik. Rata-rata developer sengaja membeli tanah untuk membangun perumahan ataupun apartemen.  Tingginya potensi bisnis jual tanah ini pun harus disikapi dengan hati-hati, karena tidak menurutup kemunginkinan akan memunculkan spekulan yang merusakan harga pasar.      

Jumlah Pencarian Tanah Dijual di Medan   

Beberapa waktu lalu Lamudi melakukan survei terhadap pencari tanah, dari survei tersebut diketahui bahwa minat untuk membeli tanah dijual di Medan terus meningkat. Contohnya pada tahun 2017 jumlah peminat lahan berjumlah 7.330 orang kemudian tahun 2018 meningkat menjadi 8.720 orang. Membludaknya pencari lahan di kota ini tak heran membuat harga jual tanah di Medan terus merangsek naik, rata-rata kenaikan bisa mencapai 15% pertahun.

Tentu ada banyak alasan mengapa begitu banyak peminat yang ingin terjun ke bisnis jual tanah di kota ini, salah satunya karena indikator perekonomian kota tersebut terus cemerlang. Dari data Badan Penanaman Modal dan Promosi tahun 2015 lalu nilai investasi di kota tersebut tembus mencapai Rp 4,3 miliar, kemudian pada tahun 2016 meningkat menjadi Rp 8 triliun.

Tidak itu, hanya faktor ketersediaan infrastruktur juga menjadi pendorong bisnis jual tanah di Medan, kota ini menyediakan beragam sarana transportasi umum yang memadai seperti adanya pelabuhan, bandara internasional, kereta api, akses tol dan lain sebagainya, masifnya pembangunan transportasi publik ini tentunya dapat memudahkan mobilisasi warganya.

Kendati tidak sekencang Jakarta dan Surabaya, perkembangan properti di daerah ini diyakini akan terus berkembang pesat, penyebabnya karena rata-rata harga properti yang lebih murah jika dibandingkan dengan kota utama lainnya di pulau Jawa ataupun Kalimantan. Berdasarkan data, harga jual tanah di Medan pada tahun 2015 mencapai  Rp 3.547.929 per meternya, kemudian tahun 2016 naik menjadi Rp 3. 821.023, memasuki tahun 2017 menjadi Rp 4.120.229 per meter persegi dan kemudian pada 2018 naik menjadi Rp 4.300.000 per meternya.

Infrastruktur Pendorong Bisnis Jual Tanah di Medan

Keberadaan infrastruktur merupakan faktor pendorong utama bisnis jual tanah di Medan bagi Anda yang tertarik untuk membeli lahan dikota ini tak perlu khawatir, karena di sana banyak tersedia sarana transportasi umum baik di udara, darat ataupun laut.    

  • Bandara Polonia

Bandara Polonia terletak di pusat kota Medan, lapangan udara ini mulai beroperasi sejak tahun 1928, saat itu digunakan untuk aktivitas penerbangan pemerintahan Belanda. Bandara ini memiliki panjang 3000 meter dan terdapat dua terminal yang melayani perjalanan domestik dan internasional. Sayangnya sejak tahun 2013, Bandara Polonia tidak lagi melayani perjalanan komersil, penerbangan komersil kini dialihkan menuju Bandar Udara Internasional Kuala Namu.

  • Terminal Amplas

Terminal Amplas berlokasi di Timbang Deli, tempat ini melayani perjalanan dalam kota dan luas kota, seperti menuju Riau, Sumbar, Jambi, sumsel, Lampung hingga Jakarta. Terminal juga menjadi pintu gerbang Medan dari sebelah Selatan. Pada saat hari raya besar keagamaan Terminal Amplas selalu disesaki dengan pemudik yang menggunakan moda transportasi darat. Keberadaan terminal ini tentunya dapat mendorong bisnis jual tanah di Medan apalagi jika lokasi lahan berada dekat terminal ataupun di jalan utama.

  • Pelabuhan Belawan

Pelabuhan Belawan berada di utara kota Medan, tempat ini menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, tidak hanya melayani perjalanan domestik tetapi juga menuju Penang Malaysia. Pelabuhan ini telah dibangun sejak era pemerintahan kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1938 dan saat ini menjadi tempat favorit transportasi warga Medan melalui jalur laut.

  • Tol Medan-Binjai

Tol Medan - Binjai merupakan bagian dari jalur tol Trans Sumatera, jalur bebas hambatan ini pertama kali diresmikan pada tahun 2017 oleh Presiden Joko Widodo. Tol Medan - Binjai dibangun sepanjang 16,8 km. Jalan ini memang sengaja dibuat untuk mengurangi kepadatan koridor jalan Medan - Binjai yang merupakan ruas terpadat Jalan Raya Lintas Sumatera. Tol ini memiliki 3 gerbang tol dengan 3 jalur pada masing-masing jalur didesain kecepatan berkendara maksimum 100 km/jam.

Jual Beli Lahan Medan Nan Prospektif

tanah dijual di medan

Merupakan ibukota dari Propinsi Sumatra Utara, Medan menjanjikan prospek cemerlang bagi investor. Bagaimana tidak, kota ini digadang-gadang sebagai kota metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta yang berada di posisi pertama dan kemudian disusul Surabaya di posisi kedua. Dengan demikian, kota ini menjadi metropolitan terbesar nomor satu di luar Pulau Jawa. Dari segi akses keunggulannya mencakup diantaranya:

  • Infrastruktur jalan tertata cukup baik dengan dibantu beberapa macam angkutan darat seperti becak bermotor, angkutan Sudako, dan bus trans yang populer.

  • Moda transportasi udara juga tersedia melalui Bandara Internasonal Kuala Namu yang terintegrasi dengan kereta.

  • Terdapat Jalan Tol Medan-Kuala Namu untuk mempermudah akses.

  • Transportasi laut melalui Pelabuhan Belawan melayani perjalanan menuju Penang, Malaysia.

Berbicara mengenai prospek bisnis properti, daerah ini sudah disasar untuk pembangunan unit vertikal yang digarap oleh pengembang kelas berat, Podomoro Deli City Land. Dengan menancapkan pondasi pd area bekas Deli Plaza, merupakan salah satu bukti bahwa pasar apartemen di Medan bagi kaum urban pd wilayah ini sudah mulai dilirik oleh pengembang. Ketersediaan tanah yang masih banyak tersedia menarik minat developer untuk menggarap proyek terbaru.

Cara investasi anti repot secara konservatif seperti membeli emas atau sebidang tanah dijual di Medan tak lekang oleh waktu. Keberadaan perguruan tinggi negeri unggulan Universitas Sumatera Utara juga menjadi faktor penyumbang prospek cerah investasi jual tanah di Medan masuknya pelajar pendatang dari luar Medan bisa menjadi celah bisnis karena terdapat permintaan tempat bermukim sementara. Areal yang tak jauh dari kawasan kampus, akan menguntungkan dijadikan sebagai kontrakan atau kost. Selain itu, memperngaruhi terbuka lebarnya perdagangan dan bisnis dlm pusat kota dengan deretan pertokoan, ruko, dan perkantoran.

Cermati Harga Jual Tanah di Medan

Melirik investasi tanah dijual, hal pertama yg bisa dicermati adalah lokasi tanah dijual itu sendiri, kemudian sesuaikan dengan rencana Anda kedepannya. Tentukan preferensi Anda apakah tanah itu untuk dijadikan lokasi sewa tahan, dijual kembali, atau menjadi sebuah bangunan baik komersial maupun residensial. Harga yang dipatok untuk residensial tentu berbeda dengan properti komersial yang biasanya terletak di area strategis seperti di tepi jalan utama. Sebagia perkiraan, berikut harga tanah dijual di Medan:

Membidik area bisnis premium, terdapat sebidang kavling seluas 3778 m2 yg ditawarkan sekitar 38 miliar atau 10 jutaan per meter perseginya. Bagi Anda yg akan membangun rumah impian untuk keluarga, tanah dijual hook di Simpang Selayang dekat Komplek Puri Zahara dengan luas 323 m2 dibanderol 260 juta atau sekitar 800 ribuan saja per meter persegi.

Menyasar passive income melalui kontrakan dan kost dengan pasar mahasiswa, terdapat sebidang areal jual beli lahan atau tanah dijual dekat Kampus USU Medan yang dapat dilintasi oleh 2 kendaraan sekaligus. Memiliki luas 660 m2, harga yg ditawarkan berada pada kisaran 1,5 M atau hanya 2,2 jutaan saja per meter perseginya. Dengan luas memadai tersebut, Anda bisa membangun bangunan 2 lantai yang terdiri dari puluhan kamar.

Disisi lain, kepemilikan sebidang tanah dijual untuk dijadikan bisnis tanah disewakan juga menambah pendapatan pasif selagi menunggu kenaikan nilai investasinya pd masa depan. Membidik pangsa pasar yg berbeda, dapat disesuaikan tergantung dengan letaknya seperti contohnya jual beli lahan Pondok Kelapa dekat Ringroad. Membentang seluas 8000 m2, ditawarkan cukup terjangkau yaitu 52 M atau hanya 6,5 juta per meter persegi. Difungsikan saat ini sebagai warehouse alat berat, tentu cocok jika Anda membelinya untuk bukaan usaha sewa lahan penyimpanan dan pergudangan.

Perkembangan Medan yang Sangat Progresif

jual beli tanah medan

Dulu, Medan dikenal dengan sebutan Tanah Deli dan keadaan tanahnya masih berupa rawa - rawa. Sempat mengalami masa penjajahan serta pendudukan asing pada zaman Belanda juga Jepang kini Medan berubah menjadi kota modern nan maju. Sebagai salah satu kota metropolitan, Medan tentunya menawarkan beragam potensi bagi para investor. Beragam keuntungan pun bisa diraup oleh para penanam modal. Tak heran bila sekarang semakin banyak penanam modal gencar melakukan ekspansi kesini. Sisi sejarah dan budaya juga mampu menyatu dgn baik dlm kota ini. Tak akan rugi bila seseorang melakukan bisnis jual tanah di Medan apalagi kini modernisasi telah menyentuh seluruh sisi kota.

Fasilitas umum juga fasilitas sosial telah menyebar rata, plus bangunannya rata - rata baru. Seakan tak ada alasan untuk menolak Medan sebagai kota pilihan investasi Anda berikutnya. Pemanfaatan jual beli lahan disini bisa digunakan untuk apa saja, bisa dibangun rumah, pertokoan, maupun perkantoran. Kota terbesar keempat di Indonesia ini juga merupakan kota terbesar di luar Pulau Jawa. Potensinya memang sangat besar, dalam hal apapun. Perdagangan, ekspor impor, hingga pariwisata serta kuliner. Grafik perkembangan serta penerimaan kas daerah juga selalu menunjukkan peningkatan berarti. Medan tak bisa diremehkan begitu saja, melihat pertumbuhan nan pesat serta sinergi dan dukungan pemerintah setempat untuk mewujudkan kota yg lebih modern.