{"id":46137,"date":"2024-01-27T07:48:09","date_gmt":"2024-01-27T06:48:09","guid":{"rendered":"https:\/\/lamudicoid.com\/?p=46137"},"modified":"2024-01-27T07:48:10","modified_gmt":"2024-01-27T06:48:10","slug":"apa-itu-pps-dalam-pajak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/","title":{"rendered":"Apa Itu PPS dalam Pajak? Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#Apa_Itu_PPS_Dalam_Pajak\" >Apa Itu PPS Dalam Pajak?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#Fungsi_PPS_Dalam_Pajak\" >Fungsi PPS Dalam Pajak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#Manfaat_Program_Pengungkapan_Sukarela\" >Manfaat Program Pengungkapan Sukarela<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#Mengapa_Ini_Menjadi_Kesempatan_Bagi_Wajib_Pajak\" >Mengapa Ini Menjadi Kesempatan Bagi Wajib Pajak?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#Skema_dan_Tarif_PPS\" >Skema dan Tarif PPS<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#Kebijakan_Pertama\" >Kebijakan Pertama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#Kebijakan_Kedua\" >Kebijakan Kedua<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#Aturan_PPS_Terbaru_2022\" >Aturan PPS Terbaru 2022<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pajak merupakan sumber pendapatan utama bagi pemerintah. Karena itu, kesadaran pajak menjadi krusial untuk mewujudkan keadilan dan pembangunan ekonomi. Sejak 1 Januari 2022, Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau yang juga dikenal sebagai Program Ungkap Harta telah menjadi topik pemberitaan yang populer. Program ini diimplementasikan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran pajak.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk secara sukarela mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum terpenuhi dan mendorong investasi dalam sektor pengolahan sumber daya alam (SDA) dan energi terbarukan. Untuk mengetahui info lengkap terkait apa itu PPS dalam pajak, simak artikel berikut ini.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_PPS_Dalam_Pajak\"><\/span><strong>Apa Itu PPS Dalam Pajak?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">PPS adalah sebuah program yang memberikan kesempatan kepada&nbsp;<\/span><a href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-wajib-pajak\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">wajib pajak<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;untuk mengungkapkan kewajiban perpajakan mereka secara sukarela melalui pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) berdasarkan pengungkapan harta yang dimiliki. Pelaksanaan program ini diatur oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) dan berlangsung selama enam bulan, hingga 30 Juni 2022. Menteri Keuangan Sri Mulyani turut menerbitkan aturan teknis terkait pelaksanaan PPS melalui PMK 196\/2021.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_PPS_Dalam_Pajak\"><\/span><strong>Fungsi PPS Dalam Pajak<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program Pengungkapan Sukarela memiliki dua fungsi utama secara ekonomi. Berikut informasi lengkapnya.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan potensi untuk mendapatkan sumber investasi baru yang dapat digunakan dalam pembangunan ekonomi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperluas basis perpajakan nasional dengan memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk mengungkapkan harta yang belum dilaporkan dalam program pengampunan pajak sebelumnya. Selain itu juga berfungsi untuk melaporkan harga yang belum terlaporkan dalam Surat Pemberitahuan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan ini diatur dalam Undang-Undang HPP memberikan periode pelaksanaan selama enam bulan, hingga 30 Juni 2022. Dalam periode ini, wajib pajak dapat secara sukarela mengungkapkan harta mereka dan mendapatkan sejumlah keuntungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga:&nbsp;<\/strong><a href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/4-fungsi-pajak\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">4 Fungsi Pajak yang Perlu Anda Ketahui<\/span><\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Program_Pengungkapan_Sukarela\"><\/span><strong>Manfaat Program Pengungkapan Sukarela<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Neilmaldrin Noor, menyampaikan sejumlah manfaat yang dapat diraih melalui Program Pengungkapan Sukarela:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terbebas dari Sanksi Administratif dan Perlindungan Data: Peserta PPS tidak akan dikenakan sanksi administratif, dan data harta yang diungkapkan tidak dapat menjadi dasar penyelidikan, penyidikan, atau penuntutan pidana terhadap wajib pajak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak Terkena Sanksi Pasal 18 Ayat (3) UU Pengampunan Pajak: Peserta PPS tidak akan terkena sanksi sebesar 200% dari PPh yang kurang dibayar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mitigasi Risiko Perpajakan Lebih Signifikan: Program ini memberikan kepastian hukum kepada peserta, termasuk kepastian bahwa tidak akan ada pemeriksaan lebih lanjut, sanksi 200%, atau penegakan hukum.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fokus pada Usaha: Wajib pajak dapat lebih fokus pada pengembangan usahanya, tanpa beban risiko perpajakan yang mungkin timbul.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Ini_Menjadi_Kesempatan_Bagi_Wajib_Pajak\"><\/span><strong>Mengapa Ini Menjadi Kesempatan Bagi Wajib Pajak?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa alasan membuat Program Pengungkapan Sukarela menjadi kesempatan yang menarik bagi wajib pajak:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Data yang Luas: Pemerintah saat ini memiliki akses kepada data yang sangat luas, termasuk NIK (KTP) yang dijadikan identitas tunggal untuk menggantikan NPWP.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Big Data Analytics: Penerapan big data analytics digunakan untuk menilai kepatuhan pajak, memudahkan identifikasi wajib pajak yang belum patuh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tarif Pajak Lebih Rendah: Tarif pajak dalam PPS lebih rendah dibandingkan dengan tarif pajak normal, memberikan insentif bagi wajib pajak untuk mengungkapkan hartanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepastian Hukum: Peserta PPS mendapatkan kepastian hukum, termasuk tidak akan dilakukan pemeriksaan, tidak terkena sanksi 200%, dan tidak dilakukan penegakan hukum.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Skema_dan_Tarif_PPS\"><\/span><strong>Skema dan Tarif PPS<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program Pengungkapan Sukarela dijalankan dengan dua skema kebijakan yang berbeda. Berikut adalah informasi lengkapnya.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebijakan_Pertama\"><\/span><strong>Kebijakan Pertama<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peserta adalah wajib pajak orang pribadi dan badan peserta tax amnesty. Besaran tarifnya bervariasi tergantung pada jenis harta dan lokasinya.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">11% untuk harta yang dideklarasikan luar negeri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">6% untuk harta luar negeri yang direpatriasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">8% untuk harta luar negeri yang direpatriasi dan harta deklarasi dalam negeri, serta harta deklarasi dalam negeri yang diinvestasikan pada Surat Berharga Negara (SBN), hilirisasi SDA, atau energi baru terbarukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebijakan_Kedua\"><\/span><strong>Kebijakan Kedua<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peserta adalah wajib pajak orang pribadi dengan basis pengungkapan harta perolehan 2016-2020 yang belum terlaporkan. Besaran tarifnya berbeda tergantung pada jenis harta dan kebijakan pengungkapan.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">18% untuk harta luar negeri yang tidak direpatriasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">14% untuk harta luar negeri yang direpatriasi dan harta deklarasi dalam negeri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">12% untuk harta luar negeri yang direpatriasi dan harta deklarasi dalam negeri yang diinvestasikan dalam SBN, hilirisasi SDA, atau energi baru terbarukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, wajib pajak yang mengikuti kebijakan kedua harus memenuhi dua syarat yaitu tidak sedang menjalani pemeriksaan atau bukti permulaan untuk tahun pajak 2016-2020 dan tidak sedang dalam proses hukum di bidang perpajakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lihat Juga:&nbsp;<\/strong><a href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-restitusi-pajak\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa Itu Restitusi Pajak? Pengertian dan Cara Pengajuannya<\/span><\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aturan_PPS_Terbaru_2022\"><\/span><strong>Aturan PPS Terbaru 2022<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aturan PPS terbaru 2022, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, mengalami beberapa perubahan. Pajak Penghasilan orang pribadi mengalami kenaikan tarif, tetapi PTKP tetap stabil. Kenaikan tarif PPh bagi wajib pajak dengan penghasilan di atas Rp. 5 miliar, serta penentuan tarif PPh badan yang disesuaikan dengan tren perpajakan global.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, aturan PPS 2022 juga melibatkan perluasan basis pajak pertambahan nilai (PPn) dengan pengecualian pada barang kebutuhan pokok, jasa kesehatan, dan pendidikan. Pemerintah berupaya meningkatkan penerimaan negara melalui reformasi perpajakan dan meminimalisir potensi risiko.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program Pengungkapan Sukarela (PPS) menjadi inisiatif penting pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi. Dengan kebijakan yang menguntungkan wajib pajak, PPS diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan perpajakan, meningkatkan pendapatan negara, dan memberikan kepastian hukum bagi para peserta. Wajib pajak perlu memahami skema, persyaratan, dan implikasi PPS secara menyeluruh sebelum memutuskan untuk mengikuti PPS.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rully<\/p>\n<p>Editor: Novriyadi<\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lamudi.co.id adalah perusahaan properti teknologi (PropTech) terbesar di Indonesia. Di sini, Anda bisa menemukan beragam iklan tentang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;rumah dijual<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;apartemen dijual<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;hingga<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;tanah dijual<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;dengan harga menarik. Anda juga bisa mendownload aplikasi Lamudi di<\/span><a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/us\/app\/lamudi-indonesia\/id1483420392\"><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;App Store<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;atau<\/span><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.lamudi.gamoraid\"><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;Google Play Store.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pajak merupakan sumber pendapatan utama bagi pemerintah. Karena itu, kesadaran pajak menjadi krusial untuk mewujudkan keadilan dan pembangunan ekonomi. Sejak 1 Januari 2022, Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau yang juga dikenal sebagai Program Ungkap Harta telah menjadi topik pemberitaan yang populer. Program ini diimplementasikan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran pajak.&nbsp; Jadi, memberikan [&#8230;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":46138,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-46137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-legalitas"],"acf":{"clp_path":"\/house\/buy\/"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu PPS dalam Pajak? Ini Penjelasannya - Lamudi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"PPS menjadi hal yang menarik saat ini. Karena program ini menjadi upaya pemerintah. Namun, apa itu pps dalam pajak? Simak artikel ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu PPS dalam Pajak? Ini Penjelasannya - Lamudi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PPS menjadi hal yang menarik saat ini. Karena program ini menjadi upaya pemerintah. Namun, apa itu pps dalam pajak? Simak artikel ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Lamudi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-27T06:48:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-27T06:48:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/tax-468440_1280.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Novriyadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Novriyadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/\",\"url\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/\",\"name\":\"Apa Itu PPS dalam Pajak? Ini Penjelasannya - Lamudi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/tax-468440_1280.jpg\",\"datePublished\":\"2024-01-27T06:48:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-27T06:48:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/4e12620afff90c9bad2dceff6da0b415\"},\"description\":\"PPS menjadi hal yang menarik saat ini. Karena program ini menjadi upaya pemerintah. Namun, apa itu pps dalam pajak? Simak artikel ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/tax-468440_1280.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/tax-468440_1280.jpg\",\"width\":1280,\"height\":853,\"caption\":\"tanah verponding\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu PPS dalam Pajak? Ini Penjelasannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/\",\"name\":\"Lamudi\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/4e12620afff90c9bad2dceff6da0b415\",\"name\":\"Novriyadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/avatar_user_9_1771245084-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/avatar_user_9_1771245084-96x96.jpg\",\"caption\":\"Novriyadi\"},\"description\":\"Novriyadi mengawali karir sebagai reporter sejak tahun 2008 di sejumlah media massa, kemudian tahun 2015 ia bergabung ke Lamudi.co.id sebagai Senior SEO Content Writer. Di Lamudi, bersama SEO content writer lainnya, ia telah membuat beragam informasi menarik seputar dunia properti, mulai dari arsitektur, desain interior, bisnis properti dan lain sebagainya.\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/novri-yadi-262568123\"],\"url\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/author\/lamudi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu PPS dalam Pajak? Ini Penjelasannya - Lamudi","description":"PPS menjadi hal yang menarik saat ini. Karena program ini menjadi upaya pemerintah. Namun, apa itu pps dalam pajak? Simak artikel ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu PPS dalam Pajak? Ini Penjelasannya - Lamudi","og_description":"PPS menjadi hal yang menarik saat ini. Karena program ini menjadi upaya pemerintah. Namun, apa itu pps dalam pajak? Simak artikel ini.","og_url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/","og_site_name":"Lamudi","article_published_time":"2024-01-27T06:48:09+00:00","article_modified_time":"2024-01-27T06:48:10+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/tax-468440_1280.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Novriyadi","twitter_misc":{"Written by":"Novriyadi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/","url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/","name":"Apa Itu PPS dalam Pajak? Ini Penjelasannya - Lamudi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/tax-468440_1280.jpg","datePublished":"2024-01-27T06:48:09+00:00","dateModified":"2024-01-27T06:48:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/4e12620afff90c9bad2dceff6da0b415"},"description":"PPS menjadi hal yang menarik saat ini. Karena program ini menjadi upaya pemerintah. Namun, apa itu pps dalam pajak? Simak artikel ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/tax-468440_1280.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/tax-468440_1280.jpg","width":1280,"height":853,"caption":"tanah verponding"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/apa-itu-pps-dalam-pajak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu PPS dalam Pajak? Ini Penjelasannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#website","url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/","name":"Lamudi","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/4e12620afff90c9bad2dceff6da0b415","name":"Novriyadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/avatar_user_9_1771245084-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/avatar_user_9_1771245084-96x96.jpg","caption":"Novriyadi"},"description":"Novriyadi mengawali karir sebagai reporter sejak tahun 2008 di sejumlah media massa, kemudian tahun 2015 ia bergabung ke Lamudi.co.id sebagai Senior SEO Content Writer. Di Lamudi, bersama SEO content writer lainnya, ia telah membuat beragam informasi menarik seputar dunia properti, mulai dari arsitektur, desain interior, bisnis properti dan lain sebagainya.","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/novri-yadi-262568123"],"url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/author\/lamudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46137"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46137\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46140,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46137\/revisions\/46140"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}