{"id":22290,"date":"2024-08-14T02:39:00","date_gmt":"2024-08-14T00:39:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/?p=22290"},"modified":"2024-08-15T09:40:28","modified_gmt":"2024-08-15T07:40:28","slug":"perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/","title":{"rendered":"Perbedaan HGB dan SHM Serta Cara Mengubahnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#Arti_Pengertian_HGB_%E2%80%93_Sertifikat_Hak_Guna_Bangunan\" >Arti \/ Pengertian HGB \u2013 Sertifikat Hak Guna Bangunan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#Arti_Pengertian_SHM_%E2%80%93_Sertifikat_Hak_Milik\" >Arti \/ Pengertian SHM \u2013 Sertifikat Hak Milik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#Perbedaan_HGB_dan_SHM\" >Perbedaan HGB dan SHM<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#Ubah_HGB_ke_SHM\" >Ubah HGB ke SHM<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#Syarat_Mengubah_Sertifikat_HGB_ke_SHM\" >Syarat Mengubah Sertifikat HGB ke SHM<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#Biaya_Perpanjangan_HGB\" >Biaya Perpanjangan HGB&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#Tabel_Perbedaan_SHM_dan_HGB\" >Tabel Perbedaan SHM dan HGB<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#SHM\" >SHM&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#HGB\" >HGB<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#Perbedaan_AJB_dan_SHM\" >Perbedaan AJB dan SHM<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum Anda membeli sebuah properti, sudah sepatutnya jika terlebih dahulu mempelajari status dan kelengkapan legalitas yang dimiliki. Di Indonesia sendiri ada banyak jenis sertifikat properti salah satunya adalah Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM). HGB adalah jenis sertifikat yang berlaku 30 tahun dan bisa diperpanjang, sementara SHM adalah sertifikat dengan kekuatan hukum tertinggi. Nah, bagi Anda yang ingin membeli properti berikut ini adalah perbedaan HGB dan SHM yang dihimpun&nbsp;<\/span><a href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lamudi.co.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.&nbsp;&nbsp;<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Arti_Pengertian_HGB_%E2%80%93_Sertifikat_Hak_Guna_Bangunan\"><\/span><strong>Arti \/ Pengertian HGB \u2013 Sertifikat Hak Guna Bangunan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mengetahui perbedaan HGB dan SHM, ada baiknya jika Anda terlebih dahulu mengetahui tentang Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM). Sesuai dengan namanya, HGB adalah kewenangan yang diberikan oleh pemerintah atau suatu hak yang didapatkan untuk menggunakan sebuah lahan yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu 30 tahun yang atas permintaan pemegang hak mengikat keperluan serta keadaan bangunan-bangunannya dan dapat diperpanjang sampai dengan jangka waktu maksimum 20 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini artinya, pemegang sertifikat tersebut hanya diberikan kuasa untuk memberdayakan lahan baik untuk mendirikan bangunan ataupun keperluan lain dalam jangka waktu tertentu. Jadi, pemilik properti dengan status HGB hanya memiliki bangunannya saja, sedangkan tanahnya masih milik negara. Biasanya,&nbsp;<\/span><a href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/cara-cek-developer-perumahan-dari-legalitasnya\/\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">developer<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;atau pengembang<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;menggunakan lahan berstatus HGB untuk membesut unit perumahan dan apartemen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan sertifikat HGB pun Anda tak serta merta bebas dalam penggunaan lahannya karena harus sesuai dengan perizinan. Tujuan lainnya yang sesuai dengan kriteria sertifikat HGB adalah ketika Anda berencana untuk memiliki properti dengan penggunaan yang hanya sementara. Properti dengan status HGB juga cocok untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang bersifat komersial. Benefit dari properti dengan jenis sertifikat ini bagi Warga Negara Asing merupakan salah satu cara kepemilikan properti.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Arti_Pengertian_SHM_%E2%80%93_Sertifikat_Hak_Milik\"><\/span><strong>Arti \/ Pengertian SHM \u2013 Sertifikat Hak Milik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sertifikat Hak Milik yang merupakan jenjang sertifikat hak atas sebuah tanah yang tertinggi atau terkuat. SHM (Sertifikat Hak Milik) adalah jenis sertifikat yang pemegangnya memiliki kekuasaan penuh sebagai pemilik dari lahan di sebuah kawasan dengan luas tertentu yang tercantum dalam surat dengan waktu yang tidak terbatas. Dengan demikian, pemegang sertifikat yang tercantum dalam surat menjadi pemilik seutuhnya tanpa adanya campur tangan dan kemungkinan kepemilikan bagi pihak lain.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_HGB_dan_SHM\"><\/span><strong>Perbedaan HGB dan SHM<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/perbedaan-hgb-dan-shm.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-52407 alignnone\" src=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/perbedaan-hgb-dan-shm.jpg\" alt=\"perbedaan hgb dan shm\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/perbedaan-hgb-dan-shm.jpg 1000w, https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/perbedaan-hgb-dan-shm-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/perbedaan-hgb-dan-shm-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/perbedaan-hgb-dan-shm-696x464.jpg 696w, https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/perbedaan-hgb-dan-shm-630x420.jpg 630w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan HGB dan SHM dapat dilihat dari tingkat kuasa dan jangka waktu kepemilikan properti. Jika Sertifikat Hak Milik&nbsp; dapat diwariskan dan tidak memiliki batasan waktu kepemilikan maka Hak Guna Bangunan&nbsp; memiliki batasan waktu dan diperkenankan untuk diperpanjang masa penggunaannya.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sertifikat Hak Milik pun bisa digunakan sebagai jaminan kepada lembaga keuangan jika Anda ingin mengajukan kredit hal ini berbeda jika Anda hanya memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan. Oleh karena itu, bila bertekad untuk menetap di bangunan dan tanah dalam jangka waktu lama atau berencana untuk investasi jangka panjang, sebaiknya membeli properti dengan status Sertifikat Hak Milik.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ubah_HGB_ke_SHM\"><\/span><strong>Ubah HGB ke SHM<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila properti yang dibeli masih berstatus HGB dan sudah mencapai jangka waktu 30 tahun, selanjutnya kewajiban pemegang sertifikat HGB adalah untuk memperpanjang maksimum jangka waktu hingga 20 tahun lamanya dan selanjutnya masih dapat diperpanjang sampai 30 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang perlu diingat, mengajukan perpanjangan HGB paling lambat diurus 2 tahun sebelum masa berlaku hak habis dengan cara mengisi formulir kepada Kepala Kantor Pertanahan setempat dengan dilengkapi KTP dan dilampirkan fotokopi HGB yang akan diperpanjang beserta Surat Keterangan Pendaftaran Tanah.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Mengubah_Sertifikat_HGB_ke_SHM\"><\/span><strong>Syarat Mengubah Sertifikat HGB ke SHM<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Anda yang ingin mengubah sertifikat HGB ke SHM, berikut ini adalah beberapa dokumen yang harus dipersiapkan ketika mengajukan permohonan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN):<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fotokopi KTP Pemohon<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fotokopi Kartu Keluarga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Surat Kuasa jika dikuasakan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Surat Persetujuan darji kreditor (jika dibebani hak tanggungan)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fotokopi SPPT PBB tahun terakhir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sertifikat HGB<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fotocopy IMB<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Surat keterangan dari Lurah atau Kepala Desa untuk perubahan hak dari HGB menjadi SHM untuk rumah tinggal dengan luas 600 meter per segi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Perpanjangan_HGB\"><\/span><strong>Biaya Perpanjangan HGB&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/cara-perpanjang-masa-berlaku-sertifikat-hgb\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya perpanjangan HGB<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;tergantung dengan harga tanah per meter persegi yang ditetapkan oleh Menteri setelah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan dan luas tanah yang digunakan. Rumus perhitungan untuk 20 tahun perpanjangan adalah 3 % x Luas Tanah x Harga Tanah pada tahun ke 31 ditambah dengan dana&nbsp;<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">landreform<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;sebesar 50 % (lima puluh persen) dari hasil perhitungan sesuai rumus sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan untuk perpanjangan 30 tahun&nbsp; rumusnya adalah 4 \u00c2\u00bd % x Luas Tanah x Harga Tanah pada tahun ke 51 ditambah dengan dana&nbsp;<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">landreform&nbsp;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">sebesar 50 % (lima puluh persen) dari hasil perhitungan sesuai rumus sebelumnya. Namun jika terlanjur terlewat dari masa tenggang waktunya, biaya pengurusan HGB mati akan lebih mahal jika dibandingkan dengan diurus tepat waktu karena akan dikenakan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) karena akan dilakukan proses mulai dari awal seperti seperti pengecekan, pengukuran, dan pencatatan. Sedangkan jika pemegang hak yang tertulis telah meninggal dunia, maka ahli waris berkewajiban untuk memperpanjang dan melakukan pengajuan hak atas tanah dengan dikenakan BPHT (Bea Perolehan Hak atas Tanah atau Bangunan).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dibandingkan dengan memperpanjang yang sifatnya berjangka sehingga kurang praktis, Anda dapat segera mengubah HGB menjadi SHM jika memang berencana memiliki seutuhnya. Proses HGB ke SHM sama halnya dengan perpanjangan, harus diawali dengan mengurus ke kantor pertanahan dimana lahan yang akan diproses berada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketentuan lahan yang akan mengalami peningkatan hak ini tak lebih dari 600 meter persegi dan pemegang HGB yang berlaku atau sudah mati adalah WNI karena WNA tidak diperbolehkan untuk memiliki properti dengan SHM. Untuk melakukan proses HGB ke SHM, surat-surat yang dilampirkan diantaranya adalah sertifikat asli HGB yang statusnya akan diubah, fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Namun jika mengubah HGB ke SHM tanpa IMB, Anda harus meminta surat pengantar lurah (PM1) dari kelurahan yang menyatakan bahwa rumah digunakan untuk tempat tinggal, identitas diri, fotokopi SPPT PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) terakhir,&nbsp; surat permohonan kepada Kepala Pertanahan setempat, surat pernyataan tidak memiliki lebih dari 5 bidang dengan luas kurang dari 5000 meter persegi, dan yang terakhir membayar biaya perkara. Berapa pengeluaran biaya HGB ke SHM? Tentu besarannya tergantung dengan NJOP kavling yang akan diproses. Rumus yang digunakan untuk menghitung adalah 2% x (NJOP tanah \u2013 Rp. 60 juta). Cara lain adalah Anda bisa menggunakan jasa notaris PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain besaran kocek yang harus dikeluarkan, banyak pula yang bertanya-tanya lama waktu yang dibutuhkan untuk pengubahan HGB ke SHM. Untuk pertanyaan berapa lama HGB ke SHM, beberapa tahap yang dilalui melalui penjelasan sebelumya yaitu dengan mengajukan ROYA atau pembebasan hak tanggungan yang memakan waktu sekitar 5 hari kerja atau satu minggu. Setelah itu, baru bisa berlanjut dengan mengurus peningkatan hak. Proses keluarnya sertifikat SHM diperkirakan selesai seminggu setelah pengurusan. Lain halnya dengan pengurusan Akta Jual Beli menjadi Sertifikat Hak Milik yang memakan waktu sekitar 6 hingga 12 bulan. Siapakan pula biaya pengurusan SHM dari AJB sesuai dengan ketentuan pemerintah saat ini.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_Perbedaan_SHM_dan_HGB\"><\/span><strong>Tabel Perbedaan SHM dan HGB<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"SHM\"><\/span><strong>SHM&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/td>\n<td>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"HGB\"><\/span><strong>HGB<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilik memiliki hak penuh atas tanah.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilik hanya memiliki hak atas tanah yang digunakan, tetapi tidak memiliki hak atas lahan (tidak memiliki hak penuh).<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keabsahan kepemilikan berlaku selamanya, sehingga tak perlu diperpanjang.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keabsahan berlaku untuk jangka waktu tertentu sehingga harus diperpanjang.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kedudukan transaksi jual beli properti, SHM berada di tingkat yang lebih tinggi daripada HGB.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kedudukan transaksi jual beli properti, HGB berada di tingkat yang lebih rendah daripada SHM.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat dijadikan agunan atau jaminan.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak bisa dijadikan agunan.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lahan SHM cocok dijadikan aset investasi jangka panjang.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lahan HGB cocok dijadikan aset investasi jangka pendek atau menengah.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_AJB_dan_SHM\"><\/span><strong>Perbedaan AJB dan SHM<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<p><strong>Akta Jual Beli (AJB)<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><strong>Sertifikat Hak Milik (SHM)<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokumen hukum yang dibuat oleh PPAT sebagai bukti sah transaksi jual beli properti.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokumen resmi dari BPN yang menunjukkan kepemilikan legal seseorang atas sebidang tanah.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membuktikan terjadinya transaksi jual beli antara penjual dan pembeli.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menunjukkan hak kepemilikan atas tanah.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukti transaksi jual beli, tetapi bukan bukti kepemilikan tanah.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukti hukum tertinggi kepemilikan tanah di Indonesia.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah awal dalam proses peralihan hak milik, mendahului penerbitan SHM baru.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengesahkan perubahan kepemilikan tanah setelah AJB ditandatangani.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Detail transaksi seperti deskripsi properti, harga jual, identitas penjual dan pembeli.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Detail tanah seperti lokasi, ukuran, batas-batas, dan identitas pemilik.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diterbitkan saat transaksi jual beli dilakukan.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diterbitkan setelah proses jual beli selesai dan telah dilakukan perubahan nama pemilik di dokumen terkait.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk memulai proses peralihan hak milik.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk legalitas dan pengakuan hukum atas kepemilikan tanah.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berlaku sebagai dokumen kepemilikan jangka panjang.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berlaku selama tanah tersebut dimiliki.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lamudi.co.id adalah perusahaan teknologi apartemen (PropTech) terbesar di Indonesia. Di sini, Anda bisa menemukan beragam iklan tentang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;rumah dijual<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;apartemen dijual<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;hingga<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;tanah dijual<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;dengan harga menarik. Anda juga bisa mendownload aplikasi Lamudi di<\/span><a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/us\/app\/lamudi-indonesia\/id1483420392\"><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;App Store<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;atau<\/span><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.lamudi.gamoraid\"><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;Google Play Store.<\/span><\/a><\/p>\n<!--FAQPage Code Generated by https:\/\/saijogeorge.com\/json-ld-schema-generator\/faq\/-->\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum Anda membeli sebuah properti, sudah sepatutnya jika terlebih dahulu mempelajari status dan kelengkapan legalitas yang dimiliki. Di Indonesia sendiri ada banyak jenis sertifikat properti salah satunya adalah Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM). HGB adalah jenis sertifikat yang berlaku 30 tahun dan bisa diperpanjang, sementara SHM adalah sertifikat dengan kekuatan hukum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":23432,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1892],"class_list":["post-22290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-legalitas","tag-sertifikat-tanah"],"acf":{"clp_path":"\/house\/buy\/"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan HGB dan SHM Serta Cara Mengubahnya - Lamudi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ingin beli rumah? Pahami terlebih dahulu perbedaan HGB dan SHM karena seringkali salah pengertian. HGB adalah dokumen...\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan HGB dan SHM Serta Cara Mengubahnya - Lamudi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ingin beli rumah? Pahami terlebih dahulu perbedaan HGB dan SHM karena seringkali salah pengertian. HGB adalah dokumen...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Lamudi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-14T00:39:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-15T07:40:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/beda-hgb-dan-shm.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"466\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Novriyadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Novriyadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/\",\"url\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/\",\"name\":\"Perbedaan HGB dan SHM Serta Cara Mengubahnya - Lamudi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/beda-hgb-dan-shm.jpg\",\"datePublished\":\"2024-08-14T00:39:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-15T07:40:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/4e12620afff90c9bad2dceff6da0b415\"},\"description\":\"Ingin beli rumah? Pahami terlebih dahulu perbedaan HGB dan SHM karena seringkali salah pengertian. HGB adalah dokumen...\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/beda-hgb-dan-shm.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/beda-hgb-dan-shm.jpg\",\"width\":700,\"height\":466,\"caption\":\"(Sumber : Freepik)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbedaan HGB dan SHM Serta Cara Mengubahnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/\",\"name\":\"Lamudi\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/4e12620afff90c9bad2dceff6da0b415\",\"name\":\"Novriyadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/avatar_user_9_1771245084-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/avatar_user_9_1771245084-96x96.jpg\",\"caption\":\"Novriyadi\"},\"description\":\"Novriyadi mengawali karir sebagai reporter sejak tahun 2008 di sejumlah media massa, kemudian tahun 2015 ia bergabung ke Lamudi.co.id sebagai Senior SEO Content Writer. Di Lamudi, bersama SEO content writer lainnya, ia telah membuat beragam informasi menarik seputar dunia properti, mulai dari arsitektur, desain interior, bisnis properti dan lain sebagainya.\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/novri-yadi-262568123\"],\"url\":\"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/author\/lamudi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan HGB dan SHM Serta Cara Mengubahnya - Lamudi","description":"Ingin beli rumah? Pahami terlebih dahulu perbedaan HGB dan SHM karena seringkali salah pengertian. HGB adalah dokumen...","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbedaan HGB dan SHM Serta Cara Mengubahnya - Lamudi","og_description":"Ingin beli rumah? Pahami terlebih dahulu perbedaan HGB dan SHM karena seringkali salah pengertian. HGB adalah dokumen...","og_url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/","og_site_name":"Lamudi","article_published_time":"2024-08-14T00:39:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-15T07:40:28+00:00","og_image":[{"width":700,"height":466,"url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/beda-hgb-dan-shm.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Novriyadi","twitter_misc":{"Written by":"Novriyadi","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/","url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/","name":"Perbedaan HGB dan SHM Serta Cara Mengubahnya - Lamudi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/beda-hgb-dan-shm.jpg","datePublished":"2024-08-14T00:39:00+00:00","dateModified":"2024-08-15T07:40:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/4e12620afff90c9bad2dceff6da0b415"},"description":"Ingin beli rumah? Pahami terlebih dahulu perbedaan HGB dan SHM karena seringkali salah pengertian. HGB adalah dokumen...","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/beda-hgb-dan-shm.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/beda-hgb-dan-shm.jpg","width":700,"height":466,"caption":"(Sumber : Freepik)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/perbedaan-hak-guna-bangunan-dengan-hak-milik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan HGB dan SHM Serta Cara Mengubahnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#website","url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/","name":"Lamudi","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/4e12620afff90c9bad2dceff6da0b415","name":"Novriyadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/avatar_user_9_1771245084-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/avatar_user_9_1771245084-96x96.jpg","caption":"Novriyadi"},"description":"Novriyadi mengawali karir sebagai reporter sejak tahun 2008 di sejumlah media massa, kemudian tahun 2015 ia bergabung ke Lamudi.co.id sebagai Senior SEO Content Writer. Di Lamudi, bersama SEO content writer lainnya, ia telah membuat beragam informasi menarik seputar dunia properti, mulai dari arsitektur, desain interior, bisnis properti dan lain sebagainya.","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/novri-yadi-262568123"],"url":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/author\/lamudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22290"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52409,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22290\/revisions\/52409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lamudi.co.id\/journal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}