Bed and Breakfast di Rumah Paris Yogjakarta
Pada kesempatan kali ini VINDO DESIGN melalui Eduard akan membahas project yang sudah serah terima tahun lalu. Project ini dimulai awal 2013, jadi total pengerjaan pas 12 bulan..dengan banyak pengorbanan dikarena kan saya harus bulak balik Jakarta – Yogja serta kesulitan pembangunan rumah yang saya design bergaya “american colonial house” dan interior “shabby chic”. Suatu konsep yang sangat jarang di bangun di Indonesia, sehingga pada saat rumah ini selesai, menjadi suatu “icon” di area perumahan tersebut.
Kesulitan dalam memenuhi keinginan owner dimulai dari tahap design, dimana bentuk konsep rumah seperti ini membutuhkan permainan banyak detail, mulai dari wall treatment dinding fasad keliling, bentuk genteng, permainan jendela kamar, bentuk atap, dan berbagai macam detail kecil lain nya. Tetapi karena permainan detail ini lah membuat rumah ini keliatan unik dan “stand out” di bandingkan rumah di sekitar nya.
Untuk tampilan fasad depan memiliki 2 muka, yaitu yang menghadap ke jalan serta menghadap sawah di sisi kiri. Fasad depan di design dengan banyak permainan, seperti bentuk atap area jendela kamar atas yang lebih menonjol dibandingkan atap utama dan juga detail atap area teras depan di topang oleh 4 pilar. Finishing dinding saya buat tali air bergaris sehingga terlihat lebih menarik dibandingkan dibiarkan polos. Sedangkan tampak fasad samping, dibuat dengan banyak bukaan jendela agar sinar matahari dan udara segar masuk dan bersikulasi di dalam ruangan.
Tampilan belakang rumah juga tetap dengan banyak permainan detail seperti tampak depannya, ada permainan detail jendela kamar mandi, ruang keluarga atas serta jendela area makan lantai bawah. Di area belakang rumah terdapat taman seluas hampir 100 m2 sebagai area bermain anak-anak maupun area untuk acara outdoor. Selain taman juga terdapat bangunan paviliun yang digunakan untuk area service, seperti kamar pembantu, ruang jemur dan gudang. Bangunan service ini pun di buat dengan detail dinding bata expose kombinasi partisi bambu, agar pemandangan dari rumah utama ke belakang tetap menarik dilihat.
Lantai bawah rumah ini terdiri dari area foyer, ruang tamu, kamar tamu, kamar mandi tamu, ruang keluarga yang bergabung dengan pantry serta ruang makan. Memasuki pintu utama, tamu akan langsung disuguhi dengan interior dan furniture rumah ini yang berkonsep shabby chic seperti dengan bentuk rumah secara keseluruhan. Foyer sebagai area menerima tamu hanya ditempatkan beberapa furniture seperti meja console, kursi 1 unit dan lemari display saja.
Di sebelah sisi kanan area foyer terdapat ruang tamu dengan furniture sofa dan kursi secukup nya serta saya buatkan sebuah “perapian” sebagai suatu aksen ruangan. Koleksi piring hias dan vas keramik menjadi pajangan menarik di area ini.
Beranjak ke ruangan dalam terdapat sisi koridor yang ditempatkan lemari pajangan serta meja console bergaya finishing rustic membuat bidang tembok koridor menjadi lebih menarik, apalagi di kombinasikan dengan warna dinding biru langit.
Semua furniture di rumah ini dibuat dengan berbagai macam bentuk, warna dan finishing agar terlihat lebih atraktif tetapi tetap tidak meninggalkan semangat konsep shabby chic yang diusung menjadi tema proyek kali ini. Dan furniture ini dibuat custom made agar sesuai dengan ukuran dan ruangan yang ada.
Sekarang owner  memfungsikan rumah ini sebagai sebuah penginapan bergaya bed and breakfast, agar para tamu yang menginap dapat menikmati suasana tinggal di rumah american colonial dengan interior bergaya shabby chic di area pedesaan Yogjakarta yang masih asri dikelilingi sawah di kiri kanan nya, suatu pengalaman berbeda yang perlu dicoba tanpa harus ke luar negeri bukan?






