Pura di Bali dan Bagian Bangunannya, Menarik!

Pura di Bali
Source: Pixabay

Pulau Bali memang menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia. Menawarkan berbagai pilihan destinasi seperti pantai dan pulau. Tetapi tidak hanya itu saja, warga lokal yang mayoritas beragama Hindu pun menawarkan wisata berupa pura di Bali. 

Tempat ibadah agama Hindu ini banyak tersebar di setiap daerah di Bali. Saking banyaknya, provinsi ini diberi label “Pulau Seribu Pura”. 

Tiap pura memiliki bangunan yang unik dan khas. Setiap bagian memiliki bagian dan maknanya masing-masing. Tidak sedikit orang ingin belajar kebudayaan tersebut, maka tidak heran kalau pelancong berdatangan setiap hari. 

Penasaran? Anda yang ingin wisata ke Bali dan ingin menjadikan pura sebagai list destinasi, berikut ini adalah pura apa saja yang ada di Bali beserta penjelasan maknanya:

Pura Tanah Lot di Bali

Source: Pixabay

Pura Tanah Lot berada di Kecamatan kediri, Tabanan. Dibangun oleh Danghyang Nirartha dan berhasil menguatkan kepercayaan ajaran Hindu yang diajarkan oleh Sad Kahyangan. Pura terkenal di Bali ini ramai pada hari-hari besar seperti Galungan dan Kuningan yang dirayakan setiap 210 hari sekali.

Pada bangunan, Pura Tanah Lot memiliki kuil utama untuk menyembah Dewa Baruna atau Bhatara Segara. Untuk media ibadah dewa ini, umat Hindu menggunakan candi lima tingkat. Ada juga candi tiga tingkat yang ditujukkan untuk menyembah Dang Hyang Nirartha. 

Di sekitar pura yang sebagian besar adalah laut, ada hewan unik yang sering ditemukan, yakni ular. Meski sering ditemukan, tetapi insiden gigitan ular jarang terjadi sehingga Anda tetap bisa berjalan-jalan di pinggir pantainya.

Lihat Juga: Daftar Apartemen Mediterania Gajah Mada Termurah

Pura di Bali Agung Besakih

Source: Pixabay

Bergerak ke Desa Besakih, Karangasem, Anda akan menemukan pura terbesar dan termegah di Bali, yakni Pura Agung Besakih. Warisan budaya leluhur ini sangat dijaga dari generasi ke generasi

Ada beberapa bagian bangunan di Pura Agung Besakih. Pertama meru. Secara garis besar, meru berbentuk seperti atap bertumpang dengan bahan ijuk. Di bawahnya, berdiri dinding yang terbuat dari papan. Papan dan bahan konstruksi lainnya tidak dipilih secara sembarangan, melainkan ada bahan dasar khusus untuk bangunan pemujaan. Meru biasanya digunakan untuk tempat beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, dewa-dewa dan leluhur. 

Bagian lain Pura Besakih lainnya ada yang dikategorikan sebagai pelengkap, contohnya papelikBentuk bangunan ini terbuka tiga sisi, depan dan samping kanan-kiri. Biasanya digunakan untuk penyajian sarana dan perlengkapan upacara. Ada juga bale kulkul, bale pawedan, bale gong, bale panggungan, bale pengambuhan, dan lain-lain yang melengkapi Pura Agung Besakih ini.

Lihat Juga: Daftar Perumahan Puri Harmoni 6 Residence Termurah

Pura Bali Taman Ayun 

Source: Pixabay

Berjarak 18 km dari Kota Denpasar, Anda dapat berkunjung ke Pura Taman Ayun. Pura ini wajib dikunjungi karena selain indah, nilai sejarah yang dimiliki sangat luas.

Pada bangunan, Pura Taman Ayun terdiri dari pelataran luar dan 3 pelataran dalam. Di depan, Anda akan disambut oleh Gapura Bentar. Saat masuk, di sebelah kiri jalan akan terlihat bangunan semacam gardu yang digunakan sebagai penjaga. Setelah gardu ini, ada pendapa/wantilan yang selalu digunakan umat Hindu untuk melakukan upacara keagamaan. Selain itu, acara-acara di pura seperti penyabungan ayam juga dilaksanakan di pendapa ini. 

Di ujung jalan pelataran pertama, ada bale bundar yang digunakan pendudukan lokal atau wisatawan sebagai tempat istirahat. Ada juga kolam yang di tengahnya tertancap sebuah tugu. Sekeliling tugu tersebut tertanam teratai cantik.

Menuju pelataran kedua yang posisinya lebih tinggi dari pelataran pertama. Saat melewati gerbang, ada bangunan pembatas yang dihiasi relief berbentuk 9 dewa arah mata angin. Ada juga Pura Dalem Bekak dan balai kulkul l yang menjulang tinggi.

Dan pada pelataran ketiga yang posisinya paling tinggi. Pelataran ini dianggap paling suci dan tidak sembarang orang dapat masuk. Pintu utama pelataran ketiga biasanya hanya dibuka saat hari upacara-upacara besar. 

Pura di Bali Uluwatu

Source: 1001Indonesia

Pura Uluwatu berada di Kecamatan Kuta, Badung. Lebih tepatnya, 30 km ke selatan Denpasar. Meski cukup jauh, pura ini selalu ramai.

Lokasi Pura Uluwatu berada di tebing yang cukup tinggi, sekitar 70 meter di atas permukaan laut. Anda harus melewati ratusan anak tangga untuk sampai ke pura. Di sepanjang  perjalanan, akan terlihat puluhan hingga ratusan kera yang berkeliaran. Walau jinak, Anda tetap harus berhati-hati karena terkadang kera-kera tersebut menyerobot makanan atau barang yang Anda bawa.

Gerbang masuk Pura Uluwatu berbentuk Gapura Bentar berbahan dasar batu. Ada sepasang arca berbentuk manusia berkepala gajah dalam posisi berdiri. Dinding gapura dihiasi pahatan halus bermotif daun dan bunga.

Setelah gerbang masuk, ada lorong untuk menuju pelataran. Di samping lorong tersebut tertanam pohon-pohon rindang supaya lebih sejuk. Pelataran terbuka ditutupi oleh lantai berbahan dasar batu. Kalau Anda ingin masuk ke pelataran yang lebih dalam lagi, dapat berjalan ke arah barat melewati gapura paduraksa.

Gapura ini sedikit berbeda dari gapura luar karena memiliki atap yang diberi pahatan kepala raksasa. Ujung atapnya diberi mahkota. Pada dinding, celah kanan dan diri dihiasi oleh pahatan. Sebelah selatan, ada sebuah pelataran kecil menghadap laut yang sering digunakan untuk duduk-duduk para pengunjung. Pemandangan laut ini menjadi salah satu alasan mengapa Pura Uluwatu banyak dikunjungi.

Pura Saraswati di Bali

Source: rentalmobilbali

Lokasi Pura Saraswati berada di jantung Ubud, tepatnya dekat Puri Saren Agung. Pura ini selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik hingga mancanegara karena halaman pura digunakan untuk Tari Kecak pada malam hari. 

Dari segi arsitektur, Pura Saraswati mempunyai arsitektur yang megah. Kori agung pura ini dihiasi ukiran yang sangat indah. Dua pohon Plumeria mengapit kori agung sehingga menambah keindahan pura.

Pada bagian utama pura, Anda akan melihat patung setinggi tiga meter. Patung ini adalah lambang Jero Gede Mecaling. Selain itu, ada bagian lain seperti padmasana, balai-balai dan Patung Dewi Saraswati.

Itulah beberapa pura terkenal di Bali yang bisa menjadi referensi Anda. Bagaimana? Menarik sekali bukan?