Pertambahan Rumah di 4 Wilayah Penyangga Ini Meningkat Setiap Tahun

Banyak orang sudah mulai menyadari bahwa tinggal di DKI Jakarta kini tidak lagi ramah terhadap segala aspek penting kehidupan, misalnya terhadap kesehatan dan juga tumbuh kembang anak. Suasana yang begitu hectic, tingkat polusi serta kemacetan begitu tinggi sehingga berdampak pada tingkat stress yang tinggi pula. Lagipula, harga tanah dan rumah di Jakarta pun seakan semakin tidak tergapai. Oleh sebab itu, kemudian muncul tren penyebaran bermukim di wilayah sekitar DKI Jakarta.

Wilayah penyangga sekitar Jakarta kemudian menjadi titik – titik buruan para pencari hunian tinggal. Melihat kesempatan emas ini, pengembang pun seakan tidak tinggal diam. Berkembanglah pembangunan kawasan pemukiman baru dari berbagai range harga dan tipe mulai dari rumah sederhana hingga rumah mewah megah. Dan diantara begitu banyak area penyangga, berikut adalah 4 wilayah penyangga yang memiliki tingkat pertambahan rumah tapak tertinggi setiap tahunnya:

  • Bekasi

Dikenal sebagai kota industri, Bekasi juga menyimpan potensi perumahan sangat besar. Bekasi berbatasan langsung dengan wilayah administratif Jakarta Timur sehingga sebenarnya jarak ke DKI tidak jauh. Jadi, banyak karyawan yang bekerja di DKI kemudian memilih Bekasi sebagai tempat pulang. Tidak hanya berkembang di kota, pertambahan jumlah rumah di Kabupaten Bekasi pun sama tingginya.

  • Tangerang Selatan

Berkembang menjadi sebuah kota mandiri terintegrasi, Tangerang Selatan banyak menarik minat generasi milenial. Apalagi kini tipe rumah sederhana mulai banyak pula dibangun, makin meruntuhkan stigma masyarakat bahwa Tangerang Selatan merupakan gudangnya rumah mewah dan mahal. Seiring dengan hal tersebut, makin berbondong – bondonglah pemburu hunian tapak mencari serta membeli landed house. Di tahun 2018 misalnya, tercatat pertambahan penduduk yang cukup signifikan mencapai 1.5 juta jiwa dan bersamaan dengan itu pembangunan landed house pun ikut terkerek naik.

  • Bogor

Terakhir, wilayah penyangga yang juga memiliki angka pertambahan pemukiman tinggi setiap tahunnya adalah areal Bogor. Tahun 2013, angka perumahan Bogor sudah tembus lebih dari satu juta rumah. Sekarang, jumlahnya sudah berlipat ganda menjadi lebih dari 5 juta unit.

  • Depok

Kota yang berbatasan langsung dengan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur ini memang tak bisa dipungkiri menjadi incaran para pemburu hunian tapak. Lokasinya strategis, mudah diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum serta harga jual rumah di Depok yang masih jauh lebih terjangkau adalah beberapa faktor serta alasan utama mengapa orang banyak tertarik tinggal disini. Tak pelak, hal itu mendorong developer untuk terus membangun pemukiman baru.

Misalnya saja pengembang Grand Depok City atau lebih dikenal sebagai GDC. Merupakan kawasan perumahan terbesar di Depok mencapai 400 Ha, Grand Depok City berada di lokasi strategis dekat dengan rencana tol exit Margonda, Terminal Depok serta Stasiun KRL Depok Lama.

Konsep one stop living serta kelengkapan fasilitas di dalamnya pun mampu membuat penghuni betah, sebab segala kebutuhan bisa didapatkan dengan mudah dan tidak jauh dari rumah. 

Selain menjadi kawasan perumahan, GDC pun terus berkembang sebagai areal bisnis. Oleh sebab itu, bisa disimpulkan GDC adalah titik investasi properti terbaik dan terdepan di Depok.