Perbedaan AJB dan PPJB

(Sumber foto: shutterstock)

Kehadiran legalitas memiliki peran penting untuk sebuah rumah, karena semakin lengkap legalitas yang ada, semakin tinggi pula kekuatan hukum yang dimilikinya. Tidak hanya itu, kelengkapan legalitas juga dapat mempengaruhi harga jual properti. 

Berbicara mengenai legalitas, pernahkah Anda mendengar istilah AJB dan PPJB, kedua istilah tersebut memang merupakan surat pengikat untuk transaksi jual beli properti, walaupun sama namun AJB dan PPJB memiliki kekuatan hukum yang berbeda. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui apa saja perbedaan AJB dan PPJB, berikut penjelasannya. 

Apa Itu AJB? 

Akta Jual Beli atau AJB adalah akta atau catatan pengikat transaksi antara penjual dan pembeli, pembuatan akta tersebut dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). AJB ini memiliki kekuatan hukum yang cukup tinggi. 

Data yang ada di Sertifikat AJB 

Saat membuat AJB, pastikan bahwa data-data yang ada di sertifikat tersebut lengkap. Adapun data yang harus ada di sertifikat AJB adalah: identitas pembeli meliputi tanggal lahir, pekerjaan dan alamat lengkap, kemudian ada juga data lengkap pembeli seperti nama lengkap, pekerjaan dan alamat. 

Lalu ada juga informasi tentang jenis properti yang dijual berikut sertifikat yang dimiliki, guna meminimalisir kesalahan jangan lupa untuk memeriksa nomor sertifikat properti yang dijual dengan nomor yang ada di AJB.   

Lalu ada juga data lokasi properti yang dijual, mulai dari informasi provinsi, kecamatan, kelurahan dan nama jalan. Terakhir, terdapat informasi tentang luas properti yang dijual serta harga propertinya. 

Apa itu PPJB? 

Perjanjian Pengikatan Jual Beli atau PPJB adalah akta pengikat dari penjual kepada pembeli yang biasanya dibuat di bawah tangan atau bukan dari PPAT biasanya dibuat oleh developer. PPJB ini biasanya dibuat setelah pembeli melakukan pembayaran secara lunas penjual atau minimal uang down payment

Data yang ada di Sertifikat PPJB

Sertifikat PPJB biasanya berisikan data penjual dan pembeli, kewajiban bagi penjual; uraian obyek pengikatan jual beli; jaminan dari penjual; waktu serah terima, pengalihan hak; pembatalan pengikatan serta pasal-pasal penyelesaian perselisihan. 

Perbedaan AJB dan PPJB 

Perbedaan AJB dan PPJB adalah sifat otentiknya, karena AJB dibuat oleh PPAT sementara PPJB tidak. Karena sifatnya yang non otentik, akhirnya membuat PPJB tidak mengikat tanah sebagai obyek perjanjiannya, sehingga tidak menyebabkan beralihnya kepemilikan tanah dari penjual ke pembeli.

Sebenarnya ada beberapa faktor yang membuat mengapa beberapa developer lebih memilih membuat PPJB sebagai akta pengikat, hal tersebut biasanya dilakukan karena, untuk rumah baru biasanyanya sertifikat digunakan sebagai jaminan bank sehingga tidak bisa dilakukan beralihnya kepemilikan seperti balik nama dari penjual ke pembeli.