Pemasaran Emerald Park Tahap Pertama Ludes dalam Sehari

Minat masyarakat terhadap unit-unit rumah pada klaster pertama Emerald Park terbilang cukup tinggi. Terbukti, saat pemasaran perdana bertajuk ‘Pemilihan Unit Prioritas’, Sabtu (2/11), di Gallery Marketing Emerald Land Development, Jalan Raya Pinayungan, Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebanyak 100 unit hunian ludes terjual dalam waktu sehari. 

President Director Emerald Land Development Dodi Pramono mengatakan, wilayah Karawang Barat yang notabene sebagai kawasan industri dengan jumlah pabrikan skala besar seperti Astra Internasional memang menjanjikan potensi pasar hunian cukup besar. Karenanya, pemasaran perdana Emerald Park terbilang amat sukses, bahkan megalami over permintaan.

“Saat Pemilihan Unit Prioritas, saya cukup surprise karena banyak konsumen yang melirik Tipe Sapphire yang ditawarkan seharga Rp600 jutaan per unit. Saya pikir, mereka hanya akan memilih Tipe Amethyst dengan harga yang lebih terjangkau yaitu Rp380 jutaan per unit,” ungkap Dodi Pramono, usai acara Pemilihan Unit Prioritas.

Menurut dia, hal tersebut menegaskan bahwa daya beli masyarakat di kawasan Karawang Barat tergolong masih kuat. Selain itu, pilihan tipe ini tergolong ideal bagi kebutuhan hunian pasangan keluarga muda. Selama ini animo masyarakat di sekitar proyek memang cukup tinggi.

“Buktinya, jumlah permintaan melalui Nomor Urut Pemesanan (NUP) yang mencapai 130 unit. Padahal pada pemasaran sesi pertama, kami hanya menawarkan sebanyak 100 unit. Ini artinya, masih ada 30 calon konsumen yang antre dan harus rela menunggu hingga penawaran sesi berikutnya. Sesuai rencana, pemasaran sesi kedua baru akan kami dibuka pada Desember 2019,” ujar dia.  

Melihat tingginya animo masyarakat, Dodi Pramono pun optimistis bahwa Klaster Emerald Park tahap pertama akan selesai dalam waktu singkat. Kawasan hunian tapak yang akan mencakup lebih dari 1.000 unit rumah dan ruko ini dikembangkan dalam dua tahap pembangunan. Pertama akan membangun sebanyak 500 unit dan sisanya di tahap berikutnya.

“Estimasi kami, sebanyak 500 unit rumah di tahap pertama bisa sold out paling lambat akhir tahun 2020. Sementara untuk serah terima kunci bisa dilakukan secara bertahap dalam rentang waktu 12 bulan setelah akad kredit. Setelah itu, kami akan mulai menawarkan klaster kedua,” katanya.

Optimisme yang sama diungkapkan Director Epic Property M. Gali Ade Nofrans, selaku konsultan dan koordinator pemasaran Emerald Neopolis. Menurut dia, banyak kemudahan kepemilikan rumah ditawarkan pengembang, antara lain pilihan cara bayar yang beragam mulai dari hard cash, cicilan bertahap sampai 18 bulan, hingga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan down payment (DP) yang bisa diangsur sebanyak enam kali. “Berdasarkan simulasi yang kami lakukan, besaran angsuran KPR untuk unit-unit hunian di Klaster Emerald Park hanya sekitar Rp3 – 4 jutaan per bulan,” terang Nofrans.

Untuk menambah kemudahan transaski kepemilikan rumah bagi masyarakat pekerja terutama generasi milenials di kawasan industri Karawang, pengembang Emerald Land Development telah menjalin kerjasama dengan tujuh bank konvensional maupun syariah. Adapun ketujuh bank tersebut adalah Bank BTN, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI, Bank BNI Syariah, Bank OCBC NISP, dan Bank Panin.

Banyaknya dukungan perbankan tidak lepas dari seluruh legalitas pembangunan proyek mulai dari izin prinsip, IMB, hingga sertifikat per kavling yang telah dikantongi perseroan. Emerald Park merupakan satu-satunya perumahan dengan IMB dan serifikat kepemilikan rumah yang telah dipecah per unit. “Jadi, bank maupun konsumen happy karena investasi mereka dijami aman,” ucapnya bangga.

Nofran menyebut, pada pemasaran Klaster Emerald Park sesi pertama, pengembang juga menawarkan undian berhadiah berupa satu unit mobil Mitsubishi Xpander bagi 300 pembeli pertama. Selain itu, menyediakan hadiah langsung Air Conditioning (AC) di setiap kamar, uang muka (Down Payment/DP) 5% serta gratis biaya BPHTB. 

Klaster Emerald Park seluas 13,5 hektare merupakan bagian dari pembangunan tahap pertama proyek mixed use development Emerald Neopolis dengan total area 50 hektare. Proyek Klaster Emerald Park diprediksi menelain investasi sebesar Rp100 miliar, dengan nilai penjualan sebesar Rp300 miliar.

Menyediakan empat pilihan unit dengan luasan yang berbeda, yaitu pertama; Tipe Amethyst seluas 30/60 meter persegi (m2), mencakup dua kamar tidur dan satu kamar mandi, yang dibandrol seharga Rp380 jutaan. Kedua; Tipe Ruby (48/60 m2), terdiri dari dua lantai, dua kamar tidur, dan dua kamar mandi seharga Rp500 jutaan. Ketiga; Tipe Sapphire (60/72 m2) dengan dua lantai, tiga kamar tidur, dan dua kamar mandi, dijual Rp600 jutaan.

Keempat; Tipe Diamond (88/91 m2), dua lantai, empat plus satu kamar tidur, dan tiga plus satu kamar mandi seharga Rp800 jutaan. “Diamond merupakan tipe hunian mewah (premium), diperuntukan bagi konsumen yang sudah mapan. Memiliki view cukup bagus karena menghadap ke berbagai fasilitas kawasan, seperti taman seluas 2.000an m2, kolam renang, lapangan basket, play ground, dan jogging track,” imbuh Nofrans.

Kian Prospektif

Dodi Pramono menyakini, pengembangan proyek properti terintegrasi Emerald Neopolis kian menjanjikan prospek cukup cerah seiring dengan pengoperasian Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Elevated II yang saat ini tengah dalam tahap uji beban. Adapun konstruksi infrastrukturnya sudah hampir 100%. Tol layang ini diharapkan sudah dapat digunakan pada libur Natal dan tahun baru 2020.

“Lokasi Emerald Neopolis dipastikan semakin strategis dan mudah diakses dari berbagai arah. Sebab, dengan beroperasinya Tol Layang Jakarta-Cikampek Elevated II, waktu tempuh dari Cikunir hingga Karawang Barat diperkirakan hanya 30 menit. Sementara proyek kami terletak persis di samping Jalan Tol Jakarta – Cikampek KM 52, dan hanya berjarak sekitar 10 menit menuju exit tol Karawang Barat,” jelasnya.

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Elevated II sepanjang 36,4 kilometer itu berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat. Kehadirannya akan menambah kapasitas tol eksisting serta memisahkan antara arus lalu lintas jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh. Tol layang sendiri digunakan untuk kendaraan tujuan jarak jauh.

Kondisi tersebut menjadi nilai tambah bagi pengembangan proyek Emerald Neopolis sehingga dari sisi investasi akan menjanjikan keuntungan berlipat. Dimana, estimasi kenaikan harga sebesar 15% serta harga sewa sebesar 5% per tahun. Saat ini rata-rata harga sewa hunian di Karawang Barat mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per tahun.

“Sementara bagi pekerja di kawasan industri Karawang Barat, punya rumah sendiri adalah solusi hemat dan menguntungkan. Daripada sewa sebesar Rp20 juta per tahun, lebih baik membeli rumah di Emerald Park melalui KPR perbankan dengan angsuran hanya sebesar Rp3 jutaan per bulan,” pungkas Dodi Pramono