Paramount Land Luncurkan Klaster Amalfi Village & Navona Village

Pengembang kawasan Gading Serpong Paramount Land, Rabu (17/05/2017) lalu meluncurkan produk perumahan terbaru mereka yang diberinama Amalfi Village dan Navona Village.

Kedua klaster tersebut dijual dengan harga yang berbeda, untuk Amalfi Village dilepas dengan harga mulai dari Rp 1,15 milyar, sementara Navona Village dijual dengan harga mulai dari Rp 680 jutaan.

Kedua klaster tersebut dibangun di kawasan premium Gading Serpong, karena berada di jalur regional perbatasan antara BSD dan Gading Serpong. Untuk klaster Amalfi Village terbagi menjadi dua tipe lantai yakni 1 lantai dan 2 lantai. Untuk tipe 1 lantai pilihan luasan rumahnya terbagi menjadi LT 112m2 /LB 38m2 dan tipe LT 140 m2 / LB 38. Sementara untuk tipe 2 lantai, pilihannya terbagi menjadi LT 112/LB77m2, LT 140 m2/LB 77 m2, LT 128 m2/ LB 86 m2, LT 160 m2/LB 86 m2, LT 200 m2/LB 78 m2.

Sementara untuk klaster Navona Village dibangun hanya 1 lantai dengan 2 pilihan ukuran yakni LT 90 m2/LB 33 m2 dan LT 72 m2/ LB 33 m2. Setiap unit rumah ini dilengkapi dengan dua kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang keluarga, pantry dan area parkir.

 

Menurut Aryo Tri Ananto, bagi mereka calon pembeli yang ingin meminang salah satu unit di klaster ini, pihak pengembang sekarang sedang mengadakan promo menarik, yakni DP yang dapat dicicil sebanyak 24 kali dan pembayaran cicilan bertahap yang dapa dibayar selama 5 tahun.

Sementara menurut Andreas Nawawi, Managing Director Paramount Land, memasuki kuartal ke dua tahun 2017 ini geliat masyarakat untuk mulai membeli properti cukup tinggi, lihat saja saat peluncuran klaster Napoli bulan April lalu yang laku terjuan sebanyak 187 unit hanya dalam waktu satu hari.

“Pasca diberlakukannya aturan tax amnesty, saat ini penjualan produk kami mulai meningkat, sehingga hal ini sebagai penanda positif bagi industri properti,” kata Andreas.

Sementara menurut Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Land, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2017 memberikan optimisme bagi pelaku usaha. “Kami menyadari masih ada tantangan yang harus diantisipasi, diantaranya daya beli masyarakat yang masih lemah, bunga bank masih relatif tinggi, likuiditas perbankan Indonesia yang ketat dan nilai tukar yang cukup rentan,” kata Ervan.

Main picture by Paramount Land

Picture by Novriyadi/Lamudi