Kredit Pemilikan Tanah – Seluk Beluk KPT

kredit pemilikan tanah kpt

Tren investasi tanah tampaknya semakin digemari, dari banyaknya jenis investasi, properti menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati. Sama hal dengan lainnya, investasi properti masih dibagi menjadi banyak macam contohnya seperti rumah, apartemen hingga tanah.

Berbicara mengenai investasi lahan kavling, tahukan Anda saat ini Anda bisa meminjam dana dari bank untuk membeli tanah/kavling, yakni dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Tanah (KPT). Sesuai dengan namanya, arti KPT adalah fasilitas pembiayaan dari bank untuk membantu menyalurkan pembelian tanah atau kavling lahan.

Perbedaan KPT, KPR, & KPA

Banyak orang bingung untuk membedakan antara KPT, KPR, dan KPA. Namun sebenarnya prosedur dan persyaratan meminjam Kredit Kepemilikan Tanah (KPT) sama dengan proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), namun yang membedakan KPT, KPR, dan KPA adalah objek propertinya saja.  

Syarat Dokumen Kredit Pemilikan Tanah (KPT)

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui bagai prosedur peminjaman KPT di bank, berikut syarat dokumen KPT :

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi surat menikah (Jika sudah menikah)
  • Berusia di atas 21 tahun atau sudah menikah
  • Fotokopi NPWP
  • Surat keterangan karyawan tetap dari perusahaan.
  • Fotokopi buku tabungan

Prosedur Pengajuan Kredit Pemilikan Tanah (KPT)

Hal pertama yang perlu Anda lakukan dalam prosedur pengajuan kredit pemilikan tanah / KPT adalah mengisi formulir peminjaman, setelah itu melengkapi seluruh persyaratan berkas, setelah lolos administratif Anda pun diminta untuk menyerahkan sertifikat kepada bank agar dilakukan pengecekan keaslian sertifikat dan tidak sengketa.  

Setelah dinyatakan asli, Anda kemudian bisa langsung melakukan akad kredit dengan pihak bank dan kemudian pihak bank akan meminta sertifikat tanah untuk dijadikan agunan pinjaman. Lama pengajuan permohonan kredit KPT sangat bervariasi, tergantung dari kelengkapan data yang dimiliki, namun rata-rata bank menjamin pengajuan permohonan kredit akan terealisasi selama dua minggu.  

Lokasi Tanah yang Tidak Bisa Diagunkan

Tidak semua bank ternyata menerima tanah kavling sebagai agunan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi contohnya seperti lokasi lahan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, tanah kavling juga tidak boleh berada di daerah rawan banjir dan dekat dengan sutet.    

Baca Juga : Cara dan Syarat Mengajukan KPR Subsidi

Picture by Novriyadi/Lamudi