Tips Fengshui Menghilangkan Efek Negatif Rumah Tusuk Sate

Dalam ilmu feng shui, posisi rumah tusuk sate memang sebaiknya dihindari. Dipercayai bahwa pengaruh buruk bagi penghuni akan didapatkan apabila sang penghuni memutuskan untuk menetap di sana. Hal ini lah yang menjadi alasan mengapa beberapa lahan perumahan atau properti di lokasi tusuk sate sepi peminat.

Menurut Mauro Rahardjo pakar feng shui, rumah di lokasi tusuk sate memang memiliki pengaruh yang kurang baik. Karena dari kacamata feng shui rumah yang memiliki posisi tusuk sate memiliki aliran chi yang sangat kuat, saking kuatnya maka aliran chi tersebut justru akan merusak.

Efeknya, keburukan yang akan dialami oleh penghuni rumah akan bermacam-macam, mulai dari kesehatan menurun, keuangan yang semakin menipis bahkan sampai rusaknya keharmonisan dalam keluarga. Namun hal buruk ini hanya akan dialami oleh penghuni yang tidak cocok dengan lokasi tersebut saja. Walaupun demikian, feng shui rumah tusuk sate yang buruk bukan berarti tidak bisa diatasi. Ada beberapa cara agar kondisi tersebut tidak akan memberikan nasib sial bagi penghuninya.

Metode pertama untuk mengatasi feng shui rumah tusuk sate adalah dengan cara melihat kua sang penghuni. Ada tiga macam kua, yaitu kua lemah, sedang, dan juga kuat. Kua lemah yaitu 1, 6, dan 8. Kua sedang 3, 4, dan 7, dan kua kuat adalah 2, 5, 9. Untuk menghitung kua, bagi laki-laki, hitung jumlah angka seratus dikurang dua angka terakhir tahun kelahiran. Kemudian jumlah tersebut dibagi dengan angka 9. Sisa dari hasilnya adalah angka kua. Untuk wanita, dua angka terakhir tahun kelahiran dikurang empat, kemudian dibagi 9. Sisanya adalah angka kua Anda.

Menurut pakar feng shui, penghuni dengan angka kua yang masuk ke dalam kategori kuat, malah cocok untuk tinggal di fengshui rumah tusuk sate. Begitu pula dengan sebaliknya, mereka yang dengan angka kua rendah tidak diharapkan untuk menempatinya. Ada metode lain untuk mengatasi nasib buruk tersebut, yaitu dengan memperlambat aliran chi. Namun metode ini hanya bisa dilakukan apabila rumah tersebut memiliki halaman yang luas.

Caranya adalah dengan menutupi akses masuk hunian dengan berbagai pepohonan yang rindang dan rimbun. Meninggikan tanah sebelum mendirikan rumah juga sangat diperlukan. Dengan meninggikan tanah kurang lebih dengan tinggi 1,5 meter, maka aliran chi akan menabrak tanah yang ditinggikan, sehingga tidak akan merusak chi di dalam rumah. Cara yang lain adalah dengan membuat pintu serong. Dengan cara-cara tersebut, nasib sial yang disajikan rumah tusuk sate bisa dihindari.

Comments are closed.