Keuntungan dan Kerugian Over Kredit Property

Selain emas, properti termasuk salah satu jenis investasi yang banyak di minati di Indonesia. Investasi jenis ini pun tak mengenal waktu dan terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan usai lebaran 1434 H kemarin, perkembangan properti di Indonesia semakin menjadi jadi.

Bisnis properti melalui  KPR alias Kredit Pemilikan Rumah dari bank masih mendominasi. Dengan menggunakan KPR, mereka yang memiliki dana terbatas pun bisa mendapatkan rumah idaman tanpa harus menunggu uang terkumpul.

Tapi sayangnya tidak semua kreditur KPR menyelesaikan masa pembayaran kreditnya. Ada saja diantara mereka yang menjual properti milik mereka yang masih berjangka 5 tahun atau bahkan 10 tahun lagi.

over kredit ruma

Sebenarnya ada beberapa sisi negative dan positif dari system alih kredit KPR ini. Kedua sisi tersebut akan kami ulas dibawah ini;

Keuntungan:

  • Surat-surat kepemilikan lebih aman. Seperti diketahui, Properti yang dibeli melalui KPR telah melalui proses seleksi di Bank. Bank tentu saja tidak sembarangan dalam membiayai properti.
  • Bisa mendapatkan properti yang pas. Properti yang dibeli dengan skema take over KPR biasanya telah berumur beberapa tahun sehingga sudah dipastikan sudah siap digunakan tanpa harus menunggu atau menunda lagi.
  • Nilai properti lebih tinggi. Ini adalah salah satu keuntungan yan paling dicari. Membeli properti yang masih dijaminkan dengan nilai kredit beberapa tahun yang lalu berarti anda membeli properti dengan nilai taksiran masa lalu. Agar lebih untung, Anda harus pandai melakukan riset.

Kerugian:

  • Proses lebih rumit. Hampir semua orang yang berkecimpung di bisnis properti sangat meneluhkan rumitnya membeli properti secara take over KPR. Hal ini terjadi karena akan ada 2 proses yang perlu dilakukan yaitu melunasi KPR pemilik lama dan mengajukan KPR baru untuk pembeli.
  • Tambahan biaya. Ini adalah kerugian yang sangat nyata. Anda diharuskan untuk membayar semua biaya administrasi yang diperlukan dan ditambah dengan biaya provisi kredit.
  • Surat-surat belum beres. Pada properti yang dibeli langsung dari developer melalui kredit, biasanya masih ada surat kepemilikan yang masih menggantung atau belum beres. Untuk menghindari hal ini, lebih cermatlah dalam memilih properti dan sertifikat kepemilikannya.
  • Perbaikan. Biasanya tidak ada garansi dari developer, karena Anda tidak membeli langsung dari sana.
  • Bunga properti seken lebih tinggi. Bunga KPR untuk properti seken biasanya akan jauh lebih besar (untuk Bank tertentu)

Setelah membaca ulasan diatas, Anda pastinya sudah bisa memperkirakan apakah akan memilih over kredit Properti atau langsung membeli yang baru.