Jenis Sertifikat Apartemen yang Perlu Diketahui

Bagi masyarakat perkotaan, membeli hunian berupa apartemen, merupakan solusi cerdas untuk mendapatkan tempat tinggal dengan harga yang terjangkau. Pasalnya memang, harga rumah di tengah kota saat ini sudah sangat tinggi, lahan yang semakin sempit menjadi alasan kenapa harga rumah di pusat kota saat ini sangat mahal. Nah, bagi Anda yang ingin membeli apartemen, tentu harus mengetahui seperti apa sertifikat tanahnya dan berikut ini adalah jenis sertifikat apartemen :

Ragam Jenis Sertifikat Apartemen

  • Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun(SHKRS) / HGB Milik   

Pada dasarnya jenis sertifikat apartemen ini merupakan pecahan dari Hak Guna Bangunan (HGB), HGB tersendiri statusnya terbagi menjadi beberapa jenis salah satunya  HGB Milik yakni apartemen yang dibangun di atas lahan milik perorangan atau milik developer.

Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun biasanya dibuat sama seperti Sertifikat Hak Milik, yang membedakanya hanya warnya saja, jika SHM dibuat warna sampulnya hijau, maka SHMRS dibuat warna merah muda. Jenis sertifikat apartemen ini memiliki kedudukan yang kuat, sehingga bisa digadaikan di bank.    

Namun untuk SHKRS/HGB Milik, memiliki masa berlaku yakni 30 tahun dan dapat diperpanjang kembali selama 20 tahun. Cara perpanjangnya sendiri cukup sederhana, Anda tinggal datang ke kantor BPN terdekat dan menyerahkan berkas berupa forokopi KTP, Kartu Keluarga, PBB dan sertifikat asli.

Sertifikat SHKRS  sendiri nantinya akan diberikan dalam bentuk :

  • Buku Tanah dan surat ukur atas hak tanah bersama
  • Gambar denah lantai, pada tingkat rumah rusun yang menunjukkan rumah susun yang dimiliki.
  • Pertelaan mengenai bersarnya bagian hak atas bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama bagi yang bersangkutan.       

 

  • Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKGB)

Jika apartemen tersebut dibangun di atas lahan milik pemerintah atau tanah wakaf, maka sertifikat apartemen yang akan diterima adalah Sertifikat (SKGB) ini jika lebih lemah karena status pemilikan tanah dimiliki oleh orang ketiga.

  • Salinan buku bangunan gedung
  • Salinan surat perjanjian atas sewa tanah
  • Gambar denah lantai, pada tingkat rumah rusun yang menunjukkan rumah susun yang dimiliki.
  • Pertelaan mengenai bersarnya bagian ha katas bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama bagi yang bersangkutan.       
Lihat juga : Daftar Sewa Apartemen di Bandung