
PT Intiland Development Tbk, memberikan bantuan berupa bedah rumah kepada masyarakat Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Pemberian bantuan ini menjadi bagian dari program sosial dalam rangka perayaan ulang tahun ke-46 Realestat Indonesia (REI) yang diselenggarakan di pulau Bangka Belitung.
Acara penyerahan bantuan yang digelar di daerah Rambak, Sungailiat, Bangka ini dilaksanakan secara simbolik dengan menyerahkan kunci rumah kepada masyarakat yang menerimanya. Melalui Yayasan Intiland (Intiland Foundation) yang diwakili oleh Theresia Rustandi selaku corporate secretary dan head of corporate social responsibility (CSR), Intiland menyerahkan bantuan bedah rumah kepada Tura (85thn), salah satu warga Sungailiat.
Theresia menjelaskan pemberian bantuan bedah rumah sejalan  dengan visi perusahaan untuk memberikan kehidupan yang nyaman bagi masyarakat. Melalui program Intiland Teduh, perseroan proaktif dalam memberikan bantuan pembangunan atau perbaikan rumah bagi masyarakat yang tidak mampu.
“Tujuan kami adalah membantu masyarakat yang membutuhkan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan nyaman, bukan hanya melalui bantuan rumah layak, namun juga pembangunan komunitas dan berbagi informasi untuk hidup sehat,” ujarnya lebih lanjut.
Pemberian bantuan ini merupakan salah satu dari aksi program Intiland Teduh yang diluncurkan sejak 2014. Melalui program ini perseroan berkomitmen menyisihkan sebagian dari laba bersih yang dibukukan untuk pelaksanaan program bantuan penyediaan maupun perbaikan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Perseroan sebelumnya juga sukses memberikan bantuan rumah layak huni kepada warga masyarakat Kampung Pekong, Desa Saga, Kabupaten Tangerang yang berdekatan dengan proyek perumahan Talaga Bestari. Bekerjasama dengan Habitat for Humanity, sebuah organisasi non-profit global, perseroan memberikan bantuan sebanyak 25 rumah layak huni bagi warga terpilih serta dilengkapi fasilitas sanitasi publik.
Proses pembangunan rumah dan fasilitas melibatkan sejumlah pihak dan sukarelawan yang berasal dari karyawan Intiland, relawan Habitat for Humanity, serta partisipasi aktif dari warga setempat. Setiap keluarga yang menerima bantuan rumah juga turut  berpartisipasi langsung dalam proses pembangunan rumah yang akan diterimanya.
“Setelah sukses dengan program di desa Pekong, kami merencanakan untuk memulai program serupa di salah satu kawasan yang dekat dengan proyek kami yang berada di Tangerang. Bulan depan kami akan memulai program bantuan rumah layak,” kata Theresia.
Pada awal tahun ini, Intiland juga memulai program pengembangan perumahan rakyat dengan menjalin kerjasama kemitraan dengan sejumlah pengembang daerah. Kerjasama ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen bersama untuk mendukung Program Sejuta Rumah pemerintah dalam upaya memenuhi backlog perumahan nasional.
“Kerjasama  kemitraan ini merupakan bagian dari  pelaksanaan program CSR yang  bertujuan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia. Untuk tahapan awal,  kami memulainya dengan pembangunan perumahan di wilayah  Pacitan, Jawa  Timur,” ungkapnya.
Pada program kemitraan ini Intiland akan membangun sebanyak 106 unit rumah yang mendapatkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) di lahan seluas satu hektar. Lokasi pembangunan perumahan ini telah ditetapkan di kawasan perumahan Puri Permata Indah, Pacitan, Jawa Timur.
Semenjak peluncuran, Intiland Teduh telah menjalankan sejumlah program untuk membantu masyarakat memiliki kehidupan dan hunian yang layak. Program  tersebut di antaranya adalah pembangunan tiga Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) bersama pemerintah provinsi DKI Jakarta. Tiga lokasi pembangunan tersebut adalah Karet Tengsin di Jakarta Pusat, Rawa Buaya di Jakarta Barat dan Semper di Jakarta Utara






