PT Brewin Mesa Sutera pengambang apartemen prestisius The Lana secara resmi menunjuk PT China State Construction Overseas Development Shanghai, anak perusahaan dari China State Construction Engineering Corp, Ltd. (CSCEC) sebagai kontaktor utama proyek apartemen The Lana.
Perusahaan CSCEC sendiri merupakan perusahaan konstruksi No.1 di dunia dan berada di peringkat 24 di Fortune Globe 500. Menurut Bill Cheng, Presiden Direktur PT Brewin Mesa Sutera, pihaknya memang sengaja menunjuk CSCEC sebagai kontraktor utama karena memang reputasi perusahaan ini yang telah banyak membangun gedung-gedung pencakar langit di banyak negara.
“ Pemilihan kontraktor utama merupakan peristiwa penting bagi kami untuk memenuhi janji kami membangun The Lana tepat waktu dan didukung dengan kualitas terbaik,” kata Bill.
Perusahaan kontruksi ini telah membangun sekitar 6000 proyek di seluruh dunia. Untuk di kawasan Asia sendiri mereka telah membangun The World Financial Center (Shanghai), Tianjin Chow Tai Fook Center, The Astaka (Malaysia) hingga Signature Tower (Jakarta).
“Dan The Lana ini akan menjadi proyek apartemen mewah pertama yang ditangani oleh CSC di Indonesia,” ujar Bill.
Apartemen The Lana dibangun di Alam Sutera, Tangerang, hunian vertikal ini dibangun dji atas lahan seluas 8000 meter, di sana nantinya akan dibangun dua tower dengan kapasitas 498 unit di dalamnya.
Konsep yang diimplementasikan pada The Lana adalah fokus pada keberlanjutan hidup manusia. Setiap desainnya ditujukan agar manjadi bagian dan menginspirasi lingkungan sekitar.Salah satu fitur utamanya, fokus pada lingkungan hijau yang privat untuk memberikan ketenangan dan relaksasi.
Dari segi lokasi, apartemen ini pun berada di lokasi yang sangat strategis karena dekat dengan mall Alam Sutera, gerbang tol, swalayan interior terkemuka IKEA hingga pusat pendidikan (Universitas Bina Nusantara).
Apartemen ini menawarkan 4 tipe hunain, yakni satu kamar tidur, dua kamar tidur tiga kamar tidur dan 3+1 ruang tidur. Untuk urusan harganya sendiri apartemen ini dijual mulai dari Rp 1,7 miliar.







