Pilih Mana Beli Rumah atau Apartemen?

(Foto: Novriyadi)

Mungkin anda bingung, dalam memilih antara rumah atau apartement sebagai tempat tinggal anda. Membeli properti baik rumah maupun apartemen merupakan pembelian terbesar dalam hidup kita. Memiliki rumah maupun apartemen masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda sehingga membuat orang menjadi bingung apakah harus membeli rumah atau apartemen.

Lokasi

Aspek pertama yang perlu diperhatikan dalam membeli properti adalah lokasinya. Jika lokasi adalah faktor utama menurut anda, maka apartemen pilihannya. Karena Hampir seluruh apartemen didirikan di daerah yang strategis. Berdekatan dengan perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, hiburan dan rekreasi. Apartemen cocok dimiliki oleh pekerja kantoran agar mempermudah dalam aktifitas sehari-hari, seperti kerja. Rumahpun sebenarnya bisa juga menjadi pilihan, mengingat rumah di lokasi yang strategis harganya sangatlah fantastis. Karena itu hanya kalangan tertentu yang dapat membelinya.

Harga

Perbedaan yang paling signifikan antar rumah dan apartemen adalah Harganya. Contoh, dengan harga 800 juta untuk membeli rumah di Depok atau di Bekasi kita bisa dapat rumah dengan luas bangunan yang besar. Sedangkan untuk membeli apartemen dengan harga 800 juta kita hanya dapat membeli apartemen  luas. dengan luas 48 m² di daerah tanah kusir.

Kenyamanan

Bila anda memilih kenyamanan sebagai acuan tempat tinggal, tentu rumah pilihanya. Dengan membeli rumah yang memiliki luas bangunan lebih besar daripada apartement, tentu akan lebih nyaman untuk di huni bersama keluarga. Bahkan kita bisa memiliki pekarangan, garasi, taman bahkan kolam renang pribadi di rumah.

Investasi

Dari segi investasi membeli rumah atau apartement sama-sama menguntungkan, karena seiring dengan waktu harga properti baik rumah maupun apartemen akan selalu naik. Yang jadi pertanyaannya lebih untung mana berinvestasi pada properti rumah atau apartemen?. Semua itu tergantung banyak faktor. Di Jakarta sendiri memiliki apartemen menjadi sebuah alternatif investasi yang menguntungkan. Selain harga apartemen yang semakin naik, apartemen pun bisa disewakan. Lain halnya jika mempunyai apartemen didaerah lain seperti Bandung, Yogya, Semarang karena orang-orang masih suka memilih tempat tinggal di rumah daripada apartemen.

Privasi

Terkadang kita ingin mempunyai tempat tinggal yang jauh dari gangguan orang-orang di lingkungan tempat tinggal. Pergertiannya bukan kita menjadi mahkluk non-social yang tidak mau bergaul dengan sekitar tetapi lebih mencari ketenangan. Apartemen biasanya menjadi pilihan untuk tinggal yang lebih privasi karena kebanyakan orang yang tinggal di apartemen adalah orang-orang yang sibuk.

Fasilitas

Apartement menjadi pilihan pertama dalam hal ini. Hampir seluruh apartemen memiliki fasilitas-fasilitas yang sangat lengkap seperti lapangan tenis, taman bermain untuk anak, kolam renang, sauna, fitness center dan lainnnya. Dan Semua fasilitas tersebut dapat kita digunakan secara cuma-cuma.

Biaya Perawatan

Factor ini cukup penting untuk di perhatikan, karena biaya perawatan sifatnya berkala. Bila tinggal dirumah banyak sekali macam iuran yang harus dibayar mulai dari keamanan, kebersihan, listrik, telepon, tukang potong rumput, iuran acara RT dan lain sebagainya. Beda dengan apartemen yang cukup sekali saja perbulan, karena sudah akumulasikan. bahkan ada pengelola apartement yang menagih per 6 bulan biaya maintenancenya. Tapi memang nominal keselurahanya untuk biaya perawatan apartement lebih mahal di bandingkan rumah.

Keamanan

Keamanan disini adalah resiko dari bencana alam, seperti gempa bumi atau bencana kebakaran. Tentu apartement tidak aman bila di bandingkan rumah, Karena bentuknya yang bertingkat-tingkat dan ruang gerak yang lebih sempit. Membuat apartement memiliki resiko yang lebih berbahaya bila di jadikan sebagai tempat tinggal.

Legalitas

Jika kita membeli sebuah rumah, maka kita akan mendapat SHM (Surat Hak Milik). SHM adalah surat kepemilikan yang terkuat, tidak ada batas waktu, bisa diwariskan turun temurun. Jika kita membeli sebuah apartemen maka kita akan mendapat sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan). HGB ada batasan waktunya sampai 20 tahun. Dan perhatikan juga apakah sertifikat tersebut HGB murni atau HGB diatas HPL (Hak Pengelolaan Lahan). Kalau HGB murni berarti tanah tersebut milik developer, jika setelah sertifikat HGB habis maka bisa diperpanjang. Kalau HGB di atas HPL berarti tanah tersebut bukan milik Developer melainkan kerjasama developer dengan pihak lain  sebagai pemilik tanah. Setelah jangka waktu kerjasama habis maka hak bangunan dan tanah menjadi hak pemilik tanah.

Demikianlah pertimbangan yang bisa anda jadikan acuan dalam menentukan pilihan tempat tinggal anda bersama keluarga. Tentu ada juga pertimbangan yang lainya, tapi secara garis besar Sembilan pertimbangan di atas dapat membantu anda dalam menentukan pilihan. Bijaknya, pilihlah hunian yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga.