7 Untung-Rugi Tinggal di Rumah & Kondominium

Bukan rahasia lagi, properti hunian adalah ladang bisnis yang subur di Indonesia. Dengan prediksi pertambahan 90 juta orang pada tahun 2030 mendatang, bisa dibayangkan keuntungan yang diperoleh pengusaha dan pengembang properti di Tanah Air.

Tak heran, berbagai unit tempat tinggal dibangun demi memenuhi kebutuhan konsumen. Dua di antaranya adalah properti tipe rumah dan kondominium. Persamaan keduanya terletak dalam hal kepemilikan. Sedangkan bentuk fisik, kondominium tidak membatasi diri. Namun, bentuk kondominium—biasanya—tak jauh berbeda dengan apartemen. Sebagai tempat tinggal, hunian manakah yang harus beli?

Tiap orang memiliki kebutuhan yang tak sama. Karenanya, rumah atau kondominium, Anda sendiri yang harus menentukan.

Untuk membantu Anda, Lamudi menyiapkan sederet informasi mengenai kelebihan dan kekurangan kondominium dibandingkan rumah. Selamat membaca!

 

Lokasi

Jika Anda ingin tinggal di perkotaan, kondominium adalah solusi hunian yang praktis. Lokasi pembangunan kondominium, umumnya, cukup strategis. Anda dapat mengakses kawasan bisnis, lembaga pendidikan, fitness center, hiburan, hingga mall dengan mudah. Selain menghemat biaya transportasi, Anda pun tidak akan kelelahan karena terjebak macet di jalan.

Sebaliknya, agak sulit menemukan rumah di wilayah perkotaan. Kalaupun ada, harganya per meternya amal mahal. Untuk unit rumah dengan harga relatif murah, Anda dapat membelinya di daerah-daerah perbatasan atau di sekeliling kota.

Luas

Walaupun strategis, kondominium punya luas yang terbatas—sangat berbeda dengan rumah. Wilayah kreativitas Anda dalam mendekorasi dan membeli furniture jelas tidak banyak. Jika Anda tinggal sendiri, tentu hal ini bukanlah masalah. Tapi bila Anda telah berkeluarga, luas kondominium bisa jadi problema di kemudian hari.

Keamanan

Kondominium, umumnya, dilengkapi dengan staf serta sistem keamanan. Terutama kondominium yang didesain dengan one gate system dan memasang CCTV di berbagai sudut bangunannya. Jika Anda tinggal di lantai yang cukup tinggi, kasus-kasus pencurian pun makin jarang terjadi. Sedangkan rumah, kasus pencurian lebih sering terjadi. Bila ingin menambah staf dan sistem keamanan, Anda pun harus merogoh kocek lagi.

Perawatan

Pengelola kondominium, umumnya, memberikan jasa maintenance rutin. Alhasil, lingkungan tempat tinggal Anda selalu nampak bersih. Saluran air, taman, kolam renang, pusat kebugaran, semuanya dapat Anda nikmati tanpa harus repot-repot mengurus. Tapi, fasilitas ini tentunya tidak gratis. Anda harus mengeluarkan biaya tambahan yang ditagih pengelola tiap bulannya. Berbeda dengan lingkungan perumahan, yang kebersihannya bergantung dari inisiatif tiap pemilik rumah. Hanya sebagian fasilitas saja yang dirawat pengelola, sedang sebagian lainnya tidak.

Peraturan & Pergaulan

Meski memiliki banyak kelebihan, tinggal di kondominium tidak seleluasa tinggal di rumah. Anda harus mematuhi peraturan-peraturan yang ditetapkan pengelola, misalkan: larangan memelihara binatang peliharaan, tidak boleh berisik hingga penghuni lain terganggu, dan lain sebagainya.

Selain itu, Anda juga lebih sulit bergaul karena rata-rata penyewa kondominium cukup sibuk dan sebagiannya individualis. Nyaris tak ada kehidupan bertetangga yang umumnya kita jumpai di masyarakat. Keduanya tidak akan terjadi bila Anda tinggal di kawasan perumahan.

Investasi

Sebagai instrumen investasi, kondominium cocok Anda sewakan dengan keuntungan yang menjanjikan. Terlebih lagi bila kondominium Anda strategis dan berkonsep menarik. Dengan menyewakannya dua atau tiga tahun, keuntungan signifikan bisa Anda dapatkan.