5 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Oleh Agen Real Estate

House on the green grass

Munculnya jutaan listing online properti baru setiap harinya tentu telah menjadi tantangan tersendiri untuk para agen real estate dan memang dibutuhkan kerja yang keras agar bisa tampil menonjol dibanding kompetitor yang lain.

Seorang agen dapat dengan cepat menarik perhatian calon pembeli atau penyewa dengan cara mengidentifikasi kesalahan-kesalahan dalam proses pengiklanan, lebih mengenali dan mengetahui nilai jual properti tersebut, serta mengetahui dengan jelas karakteristik tipe properti seperti apa yang cepat dijual.

Sebagai portal properti terkemuka, Lamudi menemukan lima kesalahan yang paling sering dilakukan oleh agen real estate. Apa saja? Simak baik-baik, siapa tahu dapat membantu dalam proses pemasaran listing dan penjualan properti Anda.

 

1. Tak ada atau minim foto

Old vintage camera
© ingimage

Pemasaran properti online haruslah menarik secara visual. Sedangkan banyak agen real estate yang lupa atau tidak menyertakan foto-foto properti dalam listing-nya. Karenanya, pastikan untuk mencantumkan sekurang-kurangnya lima foto ruangan yang berbeda dari properti yang ingin dijual dengan resolusi gambar yang tinggi, sehingga terlihat jelas dan nyaman.

Mencantumkan gambar yang redup (kurang pencahayaan) atau buram pun tidak akan membuat calon pembeli tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang properti tersebut.

 

2. Tata bahasa yang buruk

my sweet home abstract 3d concept
© ingimage

Kata-kata memainkan peranan penting dalam upaya penjualan real estate. Untuk itu, pastikan untuk selalu memeriksa ejaan dan struktur kalimat promosi yang ingin digunakan sebelum melisting properti Anda.

Deskripsikan properti dengan kalimat yang eyecatching dan biasanya listing properti dengan judul yang tepat akan mendapat perhatian lebih banyak dari calon pembeli. Hindari penggunaan kata-kata seperti, “Dijual Cepat,” atau semacamnya karena berpotensi menimbulkan pertanyaan bagi pembeli, “Kenapa properti ini ingin dijual cepat?”

 

3. Deskripsi lingkungan disekitar properti yang kurang jelas

house
© ingimage

Jangan anggap sepele bagian ini, sebab pembeli properti juga ingin tahu keadaan sekitar properti yang akan dijual. Dengan mencantumkan fasilitas apa saja yang tersedia di sekeliling properti tersebut, perhatian yang bisa diraih pun akan lebih banyak.

Tonjolkan juga kelebihan daerah tersebut, seperti rendahnya tingkat kejahatan yang terjadi atau penduduk sekitar yang ramah, dinamis, dan beragam. Sederhananya, pastikan untuk memasukkan semua aset lingkungan dalam deskripsi properti yang ingin dijual.

 

4. Tidak ada tanda-tanda perbaikan rumah

close up of male in gloves holding paintbrush
© ingimage

Rumah dengan konsep hemat energi atau yang telah direnovasi memiliki kemungkinan untuk terjual lebih cepat. Sayangnya, banyak agen real estate yang memandang sebelah mata aspek ini, sehingga terkadang luput menuliskannya dalam deskripsi.

Tampilkan kelebihan-kelebihan rumah yang pembeli bisa visualisasikan dalam kepala mereka. Sebagai contoh, rumah yang kaya dengan cahaya matahari pagi, atau rumah dengan sistem pencegah banjir atau bebas banjir.

 

5. Tak ada keuntungan lebih

kitchen interior
© ingimage

Poin ini juga sering luput dari perhatian agen real estate. Jika rumah tersebut memiliki sistem keamanan atau memiliki peralatan rumah tangga yang sudah diasuransikan, dan hal-hal tersebut dijabarkan dalam deskripsi, tentu akan sangat membuat properti ini terlihat lebih menarik, bukan? Sebutkan semua kelebihan yang pembeli bisa dapatkan dengan membeli rumah tersebut.

5 Kesalahan Agen Real Estate
© Lamudi