5 Faktor yang Mempengaruhi Nilai Jual Rumah

Tidak dipungkiri lagi bahwa properti merupakan salah satu instrument investasi yang cukup menggiurkan. Salah satu jenis properti yang paling diburu oleh masyarakat adalah rumah, jika dibandingkan dengan jenis properti yang lain, rumah masih menjadi idola karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi jika dibandingkan apartemen.       

Bagi Anda yang ingin menjual rumah bekas, jangan sampai Anda salah menentukan harga rumah, karena sebenarnya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai jual rumah, beberapa diantaranya adalah:  

Kondisi  Fisik Rumah

Kondisi fisik rumah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai jual rumah, karena tentu siapapun tidak menginginkan tinggal di sebuah bangunan yang ingin roboh bukan? Untuk itu jika kebetulan Anda ingin menjual rumah, sebaiknya Anda terlebih dahulu merenovasi rumah agar terlihat bagus, baik dari kondisi fisik, air dan listrik.

Kelengkapan Surat

Masalah legalitas tentu merupakan hal yang terpenting ketika Anda membeli rumah, jadi ketika Anda menjual rumah sebisa mungkin untuk melengkapi semua surat-surat berharga seperti IMB, Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik. Karena, jika Anda tidak melengkapinya bisa-bisa nilai jual rumah Anda akan turun.

Memiliki Aksesibilitas yang Baik

Aksesibilitas memiliki arti mudah dicapai dari berbagai lokasi, terutama dari pusat kota. Maka semakin strategis lokasi rumah yang akan dijual, maka semakin mahal pula harga yang bisa ditawarkan.

Dekat Dengan Sarana Transportasi Publik

Keberadaan transportasi publik menjadi salah satu faktor penentu nilai sebuah rumah, karena hal ini lah yang dapat mempermudah seseorang untuk bepergian. Jadi jika rumah tersebut dekat dengan sarana transportasi publik seperti halte busway, terminal bis, stasiun rel kereta api maka akan mendongkrak nilai jual rumah.     

Berada di Kawasan Padat Penduduk

Beruntunglah bagi Anda yang tinggal di kawasan padat penduduk, karena kecenderungannya harga rumah di kawasan tersebut akan terus meningkat. Kawasan padat penduduk biasanya memiliki aktivitas pembangunan dan ekonomi yang lebih tinggi daripada kawasan sepi penduduk. Jadi semakin maju kawasannya maka semakin mahal pula harga rumah yang dijual.