5 Faktor Penyebab KPR Ditolak Bank

© Shutterstock

Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) saat ini banyak dipilih untuk membeli rumah. Namun tahukah Anda ternyata tidak semua pengajuan KPR akan disetujui bank, banyak diantaranya yang justru ditolak karena berbagai hal.

Berikut ini adalah faktor – faktor yang menyebabkan KPR ditolak bank. Cermatilah satu per satu. siapa tahu salah satunya menjadi alasan bank menolak pengajuan KPR Anda.

Dokumen Tidak Lengkap

Kelengkapan dokumen untuk pengajuan KPR sangatlah vital. Bank akan menolak permohonan KPR bila dokumen tidak lengkap. Maka ingat kembali apakah Anda sudah memenuhi semua permintaan persyaratan dari bank. Pastikan semua dokumen yang diminta diberikan. Jika terlewat satu saja, tentu ini berarti penolakan.

Developer Buruk

Biasanya bank sudah bekerjasama dengan beberapa developer properti. Developer tersebut sudah dianggap mampu dan terpercaya. Jika Anda mendapat rumah di luar developer yang bekerja sama dengan bank, bank akan berpikir ulang. Bank harus mengecek ulang kualitas developer Anda. Jika developer dalam kondisi baik, proses KPR dapat berjalan. Namun, jika developer masuk dalam black list, berarti KPR ditolak bank.

Rumah Bermasalah

Ini juga bisa menjadi faktor mengapa KPR Anda ditolak. Kadang, ada masalah tentang status kepemilikan ganda. Biasanya, hal ini terjadi pada rumah bekas. Bukan pada rumah yang ditawarkan oleh developer. Bisa juga rumah atau tanah masih menjadi sengketa.

Hal ini menjadi pertimbangan dari bank untuk menolak pengajuan KPR. Dengan kata lain, bank akan memberikan KPR jika kondisi rumah tidak bermasalah. Selain itu, dokumen rumah juga harus beres.

Rapor Merah Nasabah

Untuk mendapatkan KPR, Anda harus memiliki citra yang baik di mata bank. Bank akan menolak nasabah yang pernah bermasalah dengan bank. Misalnya, nasabah pernah terkena kasus penunggakan cicilan. Atau, nasabah terkena kasus hukum lain. Jadi reputasi Anda juga turut dipertimbangkan oleh bank untuk menerima atau menolak KPR Anda.

Kemampuan Membayar

Bank biasanya memberi patokan sebesar 30 % dari penghasilan per bulan untuk membayar KPR. Namun, ada beberapa bank yang berani mematok sampai 40 %. Anda dikatakan mampu jika memiliki penghasilan tetap. Dan, Anda juga dapat diverifikasi oleh pihak bank. Selain itu, saldo tabungan Anda juga harus memenuhi syarat.