4 Cara Cicil Rumah serta Kelebihan dan Kekurangannya

Rumah adalah salah satu kebutuhan primer seluruh manusia. Selain sebagai tempat berlindung, rumah juga dapat menunjukkan status sosial seseorang. Akan tetapi, seiring dengan jumlah penduduk yang terus bertambah membuat jumlah lahan tersedia semakin sedikit. Hal ini pun turut mempengaruhi nilai jual rumah tinggal tapak.

Tentu, tingginya harga rumah juga menimbulkan fenomena baru di tatanan masyarakat. Banyak orang kemudian tidak mampu membeli serta memiliki rumah sendiri. Banderol terus melambung, sementara jumlah uang tersedia tidak cukup. Berdasar kondisi inilah kemudian lahir berbagai macam cara pembayaran rumah untuk membantu calon pembeli yang ingin sekali memiliki rumah namun terhalang biaya. Berikut adalah ulasannya:

Cash Keras

Jika memilih jenis pembayaran ini, berarti Anda harus menyediakan dana yang cukup besar secara langsung. Karena ketentuan pembayaran cash keras biasanya diselesaikan dalam waktu kurang lebih 1 bulan, tergantung ketentuan pengembang. Pembeli hanya harus menyetor booking fee sebagai tanda jadi, setelah itu membayar DP sesuai ketentuan pengembang lalu Anda harus segera melunasi sisanya.

Keuntungan Cash Keras

  • Biasanya pengembang memberikan diskon yang besar
  • Tidak perlu repot memikirkan cicilan dan bunga

Kekurangan Cash Keras

  • Harus sedia dana yang besar
  • Bila bertemu dengan developer nakal, urusan sertifikat dan legalitas bangunan menjadi urusan besar.

Cash Bertahap

Hampir sama dengan sistem cash keras, pembeli yang mengambil jenis pembayaran ini juga harus menyediakan dana cukup besar. Namun, yang membedakan dengan cash keras ialah jangka waktu cash bertahap lebih lama. Biasanya pengembang mematok jangka waktu 12-60 bulan atau setara dengan 1-5 tahun. Tahap pengajuan jenis pembayaran ini pun sama dengan cash keras yaitu pembeli hanya perlu membayar booking fee, DP lalu melunasi sisa hutang. Meski namanya sama-sama cash, diskon yang diberikan pada jenis oembayaran cash bertahap lebih kecil dibanding cash keras. Hal itu juga dipengaruhi oleh jangka waktu pelunasan yang lebih lama.

Keuntungan Cash Bertahap

  • Mendapatkan diskon cukup besar dari pengembang
  • Juga tidak perlu pusing memikirkan Cicilan beserta bunga

Kekurangan Cash Bertahap

  • Meski tenggat waktu yang diberikan cukup lama, tetapi cicilannya juga masih terbilang besar.
  • Bila bertemu dengan developer nakal, urusan sertifikat dan legalitas bangunan menjadi urusan besar.

KPR

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah sebuah produk pinjaman dari bank dan menyasar para pembeli rumah yang memiliki budget terbatas. Jenis KPR bermacam-macam, ada KPR Konvensional, KPR Syariah serta KPR Bersubsidi. Jika memilih sistem KPR, maka Anda harus mengajukan aplikasi ke bank yang dituju lalu bank akan mereview apakah pendaftar memenuhi syarat atau tidak. Jika ya, maka bank akan melunasi hutang Anda ke developer dan sebagai gantinya, Anda bayar mencicil hutang ke bank tentu dengan besaran bunga tertentu.

Keuntungan KPR 

  • Bisa dicicil hingga 25 tahun
  • Besarnya cicilan bisa dipilih sesuai kemampuan
  • Modal uang yang disediakan hanya booking fee & DP
  • Dilengkapi pula oleh asuransi jiwa
  • Risiko hukum minim karena legalitas rumah disimpan bank

Kekurangan KPR

  • Harus mengurus administrasi
  • Jangka waktu hutang sangat lama dan harus membayar cicilan per bulannya
  • Harga rumah menjadi lebih mahal karena adanya bunga

Balloon Payment

Mungkin Anda masih belum familiar dengan sistem pembayaran yang satu ini sehingga masih belum tahu pasti seperti apa sistem balloon payment. Sistem pembayaran balloon payment adalah sistem pembayaran dengan cicilan kecil di masa-masa awal namun sangat besar di akhir. Itulah mengapa disebut balloon karena skemanya kecil di bawah dan mengembang di atas.

Keuntungan Balloon Payment 

  • Untuk investor, sistem pembayaran ini sangat menguntungkan jika ada plan untuk menjual rumah di tengah masa cicilan
  • Uang muka dan cicilan awal sangat ringan

Kekurangan Balloon Payment 

  • Harus siap dana besar di akhir, risiko tidak sanggup melunasi cicilan lebih besar
  • Jika harga rumah merosot di akhir masa cicilan, maka Anda harus membayar hutang lebih besar daripada nilai jual rumah.

Penulis   : Putri Rahma Ayu

Editor    :  Novriyadi